Free Essay

Relevansi

In: Social Issues

Submitted By moidixmois
Words 297
Pages 2
Relevansi Elastisitas Terhadap Pricing Policy
Bab I.
1.1 Latar Belakang
1.2 Permasalahan
1.3 Perumusan Masalah
1.4 Tujuan
1.5 Metodologi
1.6 SistematIka Penulisan
Bab II.
2.1 Latar Belakang (Landasan Teori)
2.2 Kerangka konseptual
2.3 Hipotesis
Bab III
Metodologi
Bab IV
Analisis & Pembasahan
Bab V
Kesimpulan dan Rekomendasi

Relevansi Elastisitas Harga dalam Kebijakan Pricing Policy
(Contoh Kasus pada Pengaruh Elastisitas Harga Rokok terhadap Permintaan Masyarakat).

Bab I
1.1 Latar Belakang
- Permintaan rokok di Indonesia
- Bahaya rokok http://nasruddindjoko.wordpress.com/2014/08/21/dampak-pendapatan-harga-rokok-terhadap-tingkat-konsumsi-rokok-pada-rumah-tangga-miskin-di-indonesia/ 1.2 Permasalahan
- Meningkatnya harga rokok
- Kebijakan pemerintah
1.3 Perumusan Masalah
- Elastisitas permintaan rokok berpengaruh terhadap penetapan kebijakan harga
- Permintaan rokok di Indonesia
1.4 Tujuan
- Mengetahui pengaruh elastisitas permintaan terhadap harga rokok
- Mengetahui dampak kenaikan harga rokok terhadap permintaan rokok terhadap masyarakat
1.5 Metodologi
- Melalui analisa data
1.6 SistematIka Penulisan
Penjelasan Bab I-6
Bab II
2.1 Latar Belakang (Landasan Teori)
- Pengertian Harga
- Fungsi Harga
- Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan harga
- Keputusan tentang harga
- Metode Penetapan Harga dengan Pendekatan Biaya
Sumber : http://coecoesm.wordpress.com/2011/10/31/strategi-penetapan-harga-2/
2.2 Kerangka konseptual
- Hasil penelitian orang http://nasruddindjoko.wordpress.com/2014/08/21/dampak-pendapatan-harga-rokok-terhadap-tingkat-konsumsi-rokok-pada-rumah-tangga-miskin-di-indonesia/ 2.3 Hipotesis
- Elastisitas permintaan terhadap rokok mempengaruhi penetapan kebijakan harga yang diberikan
- Semakin tinggi harga rokok, semakin kecil permintaan konsumen di Indonesia
Bab III
Metodologi
- Menggunakan analisa data
Bab IV
Analisis & Pembasahan
Search by internet terkait hal-hal elastisitas permintaan terhadap kebijakan harga.
Mengacu terhadap tujuan pada bab I yang sudah dijelaskan
Bab V
Kesimpulan dan Rekomendasi
Dibuat setelah bab I-4 sudah dikumpul…...

Similar Documents

Free Essay

Tanggung Jawab Dan Tujuan Audit, Bukti Audit

...Standar pekerja lapangan ketiga mewajibkan auditor untuk mengumpulkan bukti audit yang tepat dan mencukupi untuk mendukung pendapat yang akan diterbitkan. Karena sifat bukti audit serta pertimbangan biaya dalam melaksanakan audit, tidak mungkin bagi auditor untuk memperoleh keyakinan 100% bahwa pendapatnya benar. Dua penetu persuasivitas audit adalah ketepatan dan mencukupi, yang langsung diambil dari standar pekerja lapangan ketiga. 1. Ketepatan bukti (appropristness of evidence) Adalah ukuran mutu bukti yang berarti relevansi dan reliabilitasnya memenuhi tujuan audit untuk kelas transaksi, saldo akun, dan pengungkapan yang berkaitan. Relevansi Bukti, Bukti audit harus berkaitan atau relevan dengan tujuan audit yang akan diuji oleh auditor sebelum bukti tersebut dianggap tepat. Reliabilitas Bukti (realibility of evidence), mengacu pada tingkat dimana bukti tersebut dianggap dapat dipercaya atau layak dipercaya. Seperti relevansi, jika bukti tersebut dianggap dapat diandalkan, bukti tersebut sangat membantu dalam meyakinkan auditor bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Reliabilitas, dan dengan demikian ketepatan, tergantung pada enam karakteristik bukti yang dapat diandalkan berikut : a. Independen penyedia bukti b. Efektivitas pengendalian internal klien c. Pengetahuan langsung auditor d. Kualifikasi Individu yang menyediakan informasi e. Tingkat objektivitas f. Ketepatan......

Words: 3546 - Pages: 15

Free Essay

Kerangka Konseptual

... 12/19/2012 adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. 2 12/19/2012  Adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. 3 12/19/2012 Pengguna Informasi akuntansi Batasan pervasif Kualitas yang berkaitan dengan pengguna Kualitas utama yang berkaitan dengan pengambilan keputusan Pengambilan Keputusan dan Karakatristiknya (contoh, pemahaman atas pengetahuan sebelumnya) Manfaat > Biaya Dapat Dipahami Kegunaan Pengambilan Keputusan Relevansi Keandalan Elemen-elemen kualitas utama Kualitas sekunder dan interaktif Ketepatan Waktu Nilai Umpan Balik Dapat Diverifikasi Ketepatan Penyajian Nilai Predikif Netralitas Komparabilitas (termasu konsistensi Acuan untuk pengakuan Materalialitas  Statement of financial accounting concepts no 3, element of financial statements of business enterprises, mendefinisikan 10 elemen yang berhubungan dengan pengukuran kinerja dan status dari perusahaan 4 12/19/2012      Aktiva;manfaat ekonomi di masa yang datang; aktiva lancar, tetap, dll Kewajiban; pengorabanan manfaat ekonomi; kewajiban jk pendek dan panjang Ekuitas; kepetingan residual Investasi oleh pemilik; pengalihan sesuatu yang bernilai untuk......

Words: 269 - Pages: 2

Free Essay

International Economy Review

...menggunakan sampel Ricardian model produktifitas buruh menjadi determinan utama dalam teori ini. Ricardian model tidak menjelaskan tentang bagaimana mengukur keuntungan komparatif dari perdagangan multilateral. Heckscher-Olin berasumsi dengan juga memperhitungkan faktor selain produktifitas buruh, yaitu dukungan dari negara dan kualitas barang yang diperdagangkan akan dapat menjelaskan hal tersebut. Zhang melihat prospek China pada tahun 2000 sebagai sebuah negara berkembang yang memiliki kapital besar dengan menerapkan teori keuntungan komparatif untuk menciptakan perdagangan terspesialisasi yang efisien. Selanjutnya Zhang memaparkan 3 indikator dalam mengukur keuntungan komparatif yang dimiliki oleh suatu negara dengan tetap melihat relevansi dari penerapan ketiga indikator ini di China. (1) Kuantitas didasarkan atas karakteristik barang yang diperdagangkan melalui pemanfaatan faktor-faktor produksi. Untuk mendukung indikator ini diperlukan pengetahuan atas intensitas barang yang diperdagangkan dan dukungan domestik. (2) Perdagangan menjadi indikator yang paling mudah dilihat, semakin tinggi nilai ekspor dari sebuah komoditi dan nilai impor menemui titik keseimbangan maka dikatakan negara tersebut mendapat keuntungan komparatif dalam memproduksi barang dan (3) Harga merupakan indikator yang membantu untuk menghindari terjadinya kemungkinan bias yang diakibatkan dari faktor tunggal –diluar ketiga faktor. Sebuah negara mempunyai keuntungan komparatif dalam memproduksi......

Words: 865 - Pages: 4

Free Essay

Case Analysis

...semakin legkapnya pengertian akan pengetahuan produk konsumen yang diberikan oleh analisis rantai arti-akhir membantu pemasar meggunakan strategi periklanan harga, distribusi, dan produk yang lebih efektif. Keterlibatan Keterlibatan (inolvement) mengacu pada persepsi konsumen tentang pentingnya atau relevansi personal suatu objek, kejadian atau aktifitas. Konsumen yang melihat bahwa produk yang memiliki konsekuensi relevan secara pribadi dikatakan terlibat dngan produk dan memiliki hubungan dengan produk tersebut. Konsekuensi dengan suatu produk atau merek memiliki aspek kognitif maupun pengaruh. Secara kognitif, termasuk dalam keterlibatan adalah pengetahuan arti-akhir tentang konsekuensi penting yang disebabkan oleh penggunaan prouk. Juga termasuk dalam keterlibatan adalah pengaruh seperti evaluasi produk. Jika keterlibatan suatu produk tinggi, seseorang akan mengalami tanggapan pengaruh yang lebih kuat seperti emosi dan perasaan yang kuat. Walaupun pemasar sering memandang keterlibatan produk konsumen hanya tinggi atau rendah, namun keterlibatan sebenarnya dapat berkisar dari tingkat rendah (sedikit atau tidak ada relevansi) ke moderat (ada relevansi yang dirasakan) hingga ke tingkat tinggi (relevansinya sangat dirasakan). Keterlibatan adalah status motivasi yang menggerakan serta mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada saat mereka membuat keputusan. Mereka dapat menterjemahkan lebih banyak informasi produk di lingkungan (membaca lebih......

Words: 4791 - Pages: 20

Free Essay

Audit Siklus Pendapatan

...nomor transaksi. Pengendalian ini adalah satu-satunya cara untuk menelusuri suatu transaksi melalui sebuah basis data yang terdiri atas ribuan atau bahkan jutaan record. * Pencatatan Kesalahan Catatan atas semua record yang salah harus diterima oleh pengguna yang terkait, untuk mendukung perbaikan kesalahn dan pemasukan ulang ke sistem. * Menguji Pengendalian Output Tidak adanya pengendalian output yang memadai memiliki berbagai implikasi negative terhadap efisiensi operasional dan laporan keuangan. Bukti yang dikumpulkan melalui uji pengendalian output berhubungan dengan penilaian kelengakapn dan akurasi. Menguji pengendalian output melibatkan pengkajian laporan ringkasan untuk melihat akurasi, kelengkapan, ketepatan waktu dan relevansi dari berbagai keputusan yang seharusnya didukungnya. Selain itu, auditor juga harus menelusuri berbagai transaksi melalui laporan jejak audit, termasuk catatan transaksi, daftra kesalahan, dan daftar record yang dimasukkan ulang. Akan tetapi, mengumpulkan bukti semacam ini dapat melibatkan aktivitas penyortiran ribuan transaksi. Dalam sistem modern, jejak audit biasanya disimpan secara online dalam bentuk file teks. Peranti lunak seperti pengekstrasi data seperti ACL dapat digunakan untuk mencari file log record tertentu untuk memverifikasi kelengkapan dan akurasi laporan output. Alternatifnya adalah, auditor dapat menguji penegndalian output secara langsung dengan menggunakan ITF. Sistem ITF yang didesain dengan baik akan......

Words: 850 - Pages: 4

Premium Essay

Purpose of Financial Statement

...kinerja di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan organisasi untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu harus dalam bentuk ramalan eksplisit. Namun demikian, kemampuan laporan keuangan untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi dapat ditingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah. Azas Materialitas. Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakekat dan materialitasnya. Dalam beberapa kasus, hakekat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya. Misalnya, pelaporan suatu segmen baru dapat mempengaruhi penilaian risiko dan peluang yang dihadapi organisasi tanpa mempertimbangkan materialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebut dalam periode pelaporan. Dalam kasus lain, baik hakekat maupun materialitas dipandang penting, misalnya jumlah serta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. Materialitas......

Words: 2298 - Pages: 10

Free Essay

Cluster vs Share Nothing

...sistem temu kembali informasi. Inverse Document Frequency) merupakan suatu cara untuk suatu memberikan (term) bobot hubungan kata terhadap dokumen (Robertson, 2005). Metode ini menggabungkan perhitungan dua konsep yaitu, untuk frekuensi bobot kemunculan sebuah kata didalam sebuah MATERI DAN METODE Sistem temu kembali informasi secara umum terdiri dari dua tahapan besar, yaitu melakukan database metode dan tertentu preprocessing kemudian untuk terhadap menerapkan menghitung mengandung suatu kata (inverse document frequency) (Mandala dan Setiawan, 2002). Faktor terakhirnya adalah faktor normalisasi terhadap panjang dokumen. Dokumen dalam suatu koleksi memiliki karakteristik panjang yang beragam. kedekatan (relevansi atau similarity) antara dokumen di dalam database yang telah dipreprocess dengan query pengguna. Ketimpangan terjadi karena dokumen yang panjang akan cenderung mempunyai frekuensi kemunculan kata yang besar. Sehingga untuk mengurangi ketimpangan tersebut dalam diperlukan pembobotan faktor normalisasi dan Sebagai hasilnya, sistem mengembalikan suatu daftar dokumen terurut descending (ranking) sesuai nilai kemiripannya dengan query pengguna. Proses preprocessing meliputi (Mandala Setiawan, 2002). Terdapat beberapa cara atau metode dalam melakukan pembobotan kata pada metode TF-IDF, yaitu melalui skema pembobotan query dan dokumen. Skema pembobotan query dan dokumen tokenisasi, stop-word removal, stemming, dan term......

Words: 2248 - Pages: 9

Free Essay

Pajak

...untuk melihat laba dan data keuangan lain dari sebuah perspektif dalam negeri, dan oleh karenanya ada suatu masalah dari melewatkan efek atas perbedaan akuntansi. Kecuali perbedaan signifikan yang diambil ke dalam akun, mungkin dengan beberapa keterlibatan pernyataan ulang, ini mungkin mempunyai konsekuensi yang sangat serius. Kedua, kesadaran dari perbedaan internasional menyarankan perlunya untuk menjadi familiar dengan prinsip akuntansi negara asing sebagai tujuan untuk mengenal lebih baik data pendapatan dalam konteks pengukuran. Ketiga,isu tentang perbandingan internasional dan harmonisasi akuntansi menjadi sorotan dalam konteks. Dalam hal ini, Choi dan Levich (1991) menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk menganalisa dampak dan relevansi dari perbedaan dalam kemiripan dan ke tidak miripan lingkungan ekonomi. Dalam lingkungan atau situasi akuntansi yang mirip, perbedaan akuntansinya adalah ketidak logisan dan petunjuk ke arah hasil yang tidak bisa dibandingkan. Praktik logikal menyarankan perlakuan akuntansi yang mirip/sama. Ketika lingkungan ekonomi tidak sama, tetapi, seperti kasus investasi internasional, perbedaan akuntansi bisa dibenarkan, khususnya dimana letak ketidak samaan itu ada di peraturan perusahaan, peraturan pajak, sumber keuangan, kebiasaan bisnis, kebudayaan akuntansi dan seterusnya. Disisi lain perlakuan akuntansi serupa mungkin dapat dipertimbangkan saat seperti factor berarti sama. Pentingnya pemahaman factor lingkungan dan budaya begitu......

Words: 1745 - Pages: 7

Free Essay

Audit Atas Siklus Jasa Personalia

...Analitis. Auditor biasanya akan melakukan prosedur analitis ketika memulai audit atas siklus jasa personalia karena prosedur ini efektif dari segi biaya. Prosedur analitis berguna dalam mengidentifikasi potensi kecurangan seperti apabila gaji dan upah kotor per karyawan melebihi ekspektasi auditor. Jenis prosedur ini dianggap paling efektif jika auditor bisa menggunakan perangkat lunak audit yang umum, memilah karyawan menurut kategori, dan kemudian mengevaluasi rata-rata pembayaran menurut kategori karyawan itu. PERTIMBANGAN KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL Seperti untuk kelompok transaksi utama lainnya, kelima komponen pengendalian internal dianggap relevan dengan siklus jasa personalia. Beberapa faktor lingkungan pengendalian mempunyai relevansi yang bersifat langsung. Manajemen juga harus menilai risiko dan konsekuensi yang berkaitan dengan kesalahan atau kecurangan dalam pemrosesan gaji dan upah. Pemahaman atas komponen informasi dan komunikasi mengharuskan auditor untuk mengenal dengan baik metode-metode pengorganisasian data dan pemrosesan data yang berhubungan dengan transaksi penggajian. Aktivitas pemantauan yang dapat diterapkan atas penggajian mencakup umpan balik dari karyawan mengenai masalah pembayaran, umpan balik dari badan pemerintah megnenai msalah pelaporan serta pembayaran pajak gaji dan upah, penilaian efektivitas pengendalian gaji dan upah oleh auditor internal dan pengawasan kompensasi eksekutif oleh komiter audit. * AKTIVITAS PENGENDALIAN –......

Words: 1352 - Pages: 6

Free Essay

Analisa Laporan Keuangan

...12 PENGANTAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Analisis Laporan Keuangan Komparatif 14 Analisis Laporan Keuangan Common-Size 16 Analisis Rasio 18 Analisis Arus Kas 22 Model Penilaian (Valuasi) 22 ANALISIS DALAM PASAR EFISIEN Efisiensi Pasar 25 Implikasi Efisiensi Pasar pada Analisis 25 PEMBAHASAN SOAL Question & Answer 27 BAB 2 PELAPORAN DAN ANALISA LAPORAN KEUANGAN PEMBAHASAN MATERI LINGKUNGAN PELAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan wajib (statutory financial report) 32 Faktor Yang Mempengaruhi Laporan Keuangan Wajib 33 Sumber Informasi Alternatif 34 SIFAT DAN TUJUAN AKUNTANSI KEUANGAN Kualitas informasi akuntansi yang diinginkan 34 Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku penting 35 Relevansi dan keterbatasan akuntansi 36 AKUNTANSI AKRUAL Relevansi Akuntansi Akrual 37 Mitos dan Fakta Mengenai Akrual dan Arus Kas 38 KONSEP LABA Konsep laba ekonomi 39 Konsep Laba Akuntansi 40 Pengakuan pendapatan dan pengaitan 40 Laba akuntansi dan laba ekonomi 40 Implikasi analisis 41 AKUNTANSI FAIR VALUE Perbandingan model biaya historis dan penilaian wajar 42 PERTIMBANGAN DALAM MENGUKUR NILAI WAJAR Mendefinisikan nilai wajar 42 TEKNIK VALUASI Tiga pendekatan dasar dari penilaian 43 Kelebihan dan kekurangan akuntansi penilaian wajar 43 PENGANTAR ANALISIS AKUNTANSI Distorsi Akuntansi 46 Manajemen Laba 46 Strategi Manajamen Laba 47 Motivasi Melakukan Manajemen Laba 47 Proses Analisis Akuntansi 48 PEMBAHASAN SOAL Question &......

Words: 10835 - Pages: 44

Free Essay

Kieso Chapter 2

...masalah akuntansi keuangan untuk memahami informasi. Chapter 2-10 LO 3 Memahami tujuan pelaporan keuangan. Second Level: Fundamental Concepts Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi IASB mengidentifikasi karakteristik kualitatif informasi akuntansi yang membedakan informasi yang lebih baik (lebih berguna) dari informasi lebih rendah (kurang berguna) untuk tujuan pengambilan keputusan. Chapter 2-11 LO 4 Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi. Second Level: Fundamental Concepts Ilustrasi 2-2 Hierarchy of Accounting Qualities Chapter 2-12 LO 4 Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi. Second Level: Fundamental Concepts Kualitas dasar- Relevansi Relevansi adalah salah satu dari dua sifat mendasar yang membuat informasi akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan. Chapter 2-13 LO 4 Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi. Second Level: Fundamental Concepts Kualitas dasar– Faithful Representation Representasi setia berarti bahwa angka dan deskripsi sesuai apa yang benar-benar ada atau terjadi. Chapter 2-14 LO 4 Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi. Second Level: Fundamental Concepts Enhancing Qualities Membedakan informasi yang lebih berguna dari informasi yang kurang berguna. Chapter 2-15 LO 4 Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi......

Words: 1870 - Pages: 8

Free Essay

Sfac

...Inforamsi Keuangan Karakter Kualitatif yang terjadi dari penggunaan Informasi keuangan di sini dimaksudkan untuk mengidentifikasi jenis informasi yang mungkin paling berguna kepada Kreditor & Investor, untuk membuat keputusan tentang perusahaan pelapor berdasarkan informasi dalam keuangan laporan (informasi keuangan). Laporan keuangan juga memberikan informasi tentang sumber-sumber daya ekonomi perusahaan pelapor itu, klaim terhadap entitas pelaporan, dan efek dari transaksi dan peristiwa lain dan kondisi perubahan dari sumber daya dan klaim perusahaan pelapor tersebut. Selain itu Karakter Kualitatif yang ditimbulkan dari revisi pernyataan ini adalah perubahan yang terjadi pada kualitas informasi utama yang terbagi menjadi dua yaitu Relevansi & Representasi dari Pelaporan Keuangan tersebut sementara itu kualitas informasi pendukung yang ada dibagi menjadi Komparabilitas atau perbedaan yang dapat terjadi, Veriability, tepat waktu, dan dapat mudah dimengerti. * Relevan Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam keputusan yang dibuat oleh pengguna. Informasi yang di dapat mampu membuat perbedaan dalam membuat keputusan bahkan jika beberapa pengguna memilih untuk tidak mengambil keuntungan dari itu atau sudah menyadari hal itu dari sumber lain. * Representasi Laporan keuangan merupakan fenomena ekonomi dalam kata-kata dan angka. Untuk menjadi berguna, informasi keuangan tidak hanya harus mewakili fenomena yang relevan, tetapi juga......

Words: 656 - Pages: 3

Free Essay

Kpl Bluejet

...bukanlah perusahaan yang kerap membagikan dividen; namun tentu kita semua mengetahui bahwa yang bersangkutan adalah perusahaan yang sangat masif. Apakah mungkin perusahaan sebesar Microsoft tidak memiliki nilai apapun? Tentu saja tidak. Hal ini menjadi alasan mengapa GGM seringkali menjadi tidak relevan dalam beberapa kasus spesifik. Walaupun memiliki banyak kekurangan, GGM cukup banyak digunakan oleh perusahaan yang berada di industri perbankan atau real estate dimana pembayaran dividennya cukup besar dan tingkat pertumbuhan relatif stabil. Untuk bisa memanfaatkan model ini dengan baik, analisis harus disertai dengan penilaian atas SWOT perusahaan yang mencakup faktor-faktor nonkeuangan seperti kekuatan brand dan paten. Lantas, bagaimana relevansi GGM dalam valuasi saham Jetblue Airways? Dalam kasus Jetblue Airways, kami menemukan bahwa perusahaan ternyata belum pernah mendeklarasikan dividen atas saham beredarnya. Kami juga menggarisbawahi bahwa ada rencana perusahaan tidak akan membagi dividen sehubungan dengan penggunaan laba ditahan untuk keperluan ekspansi dan pertumbuhan internal perusahaan. Maka dari itu, kami berkesimpulan bahwa GGM tidak relevan untuk diterapkan sebagai metode valuasi dari saham Jetblue Airways karena perusahaan tidak memiliki dividen. Kesimpulan: “Gordon Growth Model tidak relevan untuk dipakai sebagai metode perhitungan saham Jetblue Airways sehubungan dengan absennya dividen yang seharusnya menjadi dasar perhitungan.” 2.2. P/E Multiple......

Words: 1276 - Pages: 6

Free Essay

Kedisiplinan

...kepada karyawan bagaimana cara mereka melakukan sesuatu. Dan itu harus anda katakan dengan tegas. Jika anda telah menunjukkan kepada karyawan sasaran dan bagaimana mencapainya, maka ketika terjadi kesalahan, anda berwenang untuk memberikan teguran. 2. Kedua, ketika terjadi kesalahan anda harus memberikan teguran dengan segera. Ini adalah kunci utama dari teguran satu menit. Dengan demikian, teguran dapat berlaku sebagai umpan balik bagi pendisiplinan. Kebanyakan manajer memendam teguran sehingga menumpuk-numpuk perasaan negatif dalam diri mereka. Pada waktunya mereka akan meledakkan kemarahan dan mengatakan pada karyawan bahwa mereka melakukan kesalahan sekian lama. Ini tentu tidak adil. Semestinya teguran diberikan sesuai dengan relevansi perilaku yang ingin ditegur. 3. Ketiga, isi teguran haruslah spesifik pada apa yang ingin ditegur. Dan, keempat, jangan sekali-kali menyerang secara pribadi. Dengan tidak mengusik harga diri, maka karyawan tidak perlu lagi mencari-cari dalih untuk mengobati perasaan harga diri yang terluka. Sekali lagi, teguran haruslah bersifat umpan balik atas perilaku bukan perasaan sebagai manusia. Tujuan terutama dari teguran satu menit adalah menyingkirkan perilaku yang keliru dan menjaga pribadi karyawan. Dengan kata lain, perilaku yang salah, namun pribadi mereka tetap utuh. Itu berarti, bahwa manajer satu menit menegur dahulu, kemudian memberikan “pujian” atau dukungan atas pribadi mereka. 4. Manajer bersikap keras terlebih......

Words: 1189 - Pages: 5

Free Essay

Mengenali Kontibusi Ibnu Khaldun Terhadap Pemikiran Ekonomi

...antara berakhirnya kekuasaan Roma hingga kebangkitan Eropa Barat. Namun akhirnya pandangan tersebut dikoreksi. Ibnu Khaldun, pemikir yang hidup pada abad ke 14 merupakan orang yang telah mengemukakan sejumlah gagasan jauh sebelum orang Barat menyatakannya. Kontribusi terpenting dari pemikiran Ibnu Khaldun adalah penggunaan konsep ekonomi bersama-sama dengan disiplin ilmu lain seperti sosiologi, politik, norma-norma dan keyakinan untuk membangun model yang selaras dan lengkap dalam rangka menjelaskan jatuh bangunnya suatu peradaban. Makalah ini bermaksud menelusuri sumbangan pemikiran Ibnu Khaldun dalam pemikiran ekonomi modern melalui studi kepustakaan. Melalui tulisan ini diharapkan dapat dikenali pemikiran Ibnu Khaldun yang memiliki relevansi hingga saat ini. PENDAHULUAN Mengaitkan pemikiran ulama Islam dengan pemikiran ekonomi Barat modern merupakan hal yang penting untuk mendapatkan interpretasi yang lebih baik terhadap teks hasil pemikiran para ulama, menelusuri hubungan antara pemikiran para ulama Islam dengan para pemikir Barat dalam rangka meningkatkan pemahaman hubungan antara Islam dengan Barat (Oslington, 1990), serta mengenali kontribusi para pemikir Islam terhadap ilmu pengetahuan. Para penulis sejarah pemikiran ekonomi cenderung mengabaikan kontribusi para sarjana Muslim dalam bidang ini. Umumnya mereka mengawali pembahasan dari masa filosof Yunani dan pemerintahan Romawi, kemudian mengutip pendapat para pendeta Kristen yang hidup pada awal era......

Words: 5403 - Pages: 22