Free Essay

Mendongkrak Kinerja Aparatur Dengan Motivasi

In: Social Issues

Submitted By plum29
Words 796
Pages 4
Mendongkrak Kinerja Aparatur Pemerintah
Dengan Motivasi

Oleh:
Alfian Arbie P. Harahap, S. Hut*

Adalah sangat menarik untuk diamati bahwa berbagai diagnosis, teori, dan cara telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kualitas kinerja, dan peningkatan produktivitas aparatur di lingkungan pemerintah maupun swasta di negeri kita, namun kualitas dan daya saing serta kualitas kinerja dan produktivitasnya seringkali masih jauh dari yang diharapkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kondisinya menjadi lebih parah bila dikaitkan dengan prilaku korupsi yang masih cukup parah, jika bukannya semakin menggurita.
Berbagai diagnosis telah dilakukan mengenai penyebab persoalan sumber daya yang sangat problematis ini. Sebagian ahli menengarai bahwa situasi yang memprihatinkan ini terjadi akibat pendapatan aparatur yang terlalu rendah, salary yang tidak mencukupi untuk membiayai kepentingan domestik aparatur. Diagnosis ini telah diberikan therapy oleh pemerintah dengan kebijakan kenaikan gaji. Berulangkali Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menarik garis bahwa kualitas SDM aparatur yang problematis tersebut berawal dari kecilnya pendapatan dan memutuskan untuk menaikkan gaji aparatur, berkali-kali selama pemerintahannya. Kebijakan ini tampak telah membuat geliat kehidupan domestik yang lebih ceria. Aparatur mulai tersenyum simpul dapat hidup lebih layak, dapat menyekolahkan anak-anak mereka. Apalagi kebijakan penyejahteraan aparatur ini telah diikuti oleh upaya pemerintah daerah untuk menambah tunjangan bagi aparatur mulai dari tunjangan prestasi atau apapun namanya yang sejajar dengan itu.
Namun pertanyaan yang perlu dikedepankan adalah; apakah dengan peningkatan salary dan kesejahteraan tersebut telah dapat mendongkrak kinerja dan produktivitas aparat? Hingga saat ini masih memunculkan tanda Tanya besar. Sebab berita aparatur masih didominasi oleh berbagai ketidakberesan; korupsi, indisipliner, pelanggaran aturan dan kasus-kasus yang tidak berbanding lurus dengan peningkatan salary mereka. Namun, sampai di sini saya mohon maaf, tidak bermaksud meremehkan prestasi yang ada dan peningkatan kinerja dan produktivitas di celah-celah persoalan yang problematis ini.
Secara teoritis, peningkatan salary atau kesejahteraan akan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas aparatur. Akan tetapi senyatanya hasil penelitian sejumlah ahli dan teman-teman saya yang meneliti persoalan ini diperoleh jawaban yang positif. Memang ada yang memiliki pengaruh positif, akan tetapi ada juga yang tidak memiliki pengaruh apa-apa. Peningkatan gaji dan pendapatan tidak selalu berimplikasi pada peningkatan kinerja dan produktivitas, bahkan ada yang mengalami penurunan. Ironis memang…
Jika dicoba mendiagnosis berbagai faktor yang menyebabkannya, ditemukan beberapa faktor yang cukup menonjol. Pertama, budaya kerja yang rendah. Sebagian aparatur tidak bermental kerja yang baik. Kerja baginya bukan tugas utama, melainkan “nyambi” hingga tidak memiliki orientasi yang jelas tentang tujuan (goal) kerja dan tidak bersifat pro job. Kedua, prilaku konsumerisme para aparatur yang menyebabkan berapapun gaji atau salary yang mereka terima akan selalu diiringi oleh peningkatan pengeluaran yang berlipat ganda. Tentu saja akan selalu merasa kurang dan tidak cukup hingga peningkatan salary tidak berakibat langsung pada kesejahteraan dan ketenangan, jika bukannya akan ber-impact pada kesusahan dan kesuntukan yang terus menerus.
Ketiga, motivasi yang memungkinkan dapat meluruskan persepsinya tentang kerja tidak terjadi. Hal ini ditengarai sebagai akibat dari teori dan model-model motivasi aparatur yang tidak terlalu variatif, hingga terjadi budaya rutinitas dan kejenuhan. Juga karena inner capacity aparatur, yang tidak pernah mengahayati filosofi kerja secara benar. Kerja hanya dianggap sebagai kewajiban untuk mencari makan dan kasta. Bukan aktualisasi diri sebagai manusia yang bertanggung jawab untuk melakukan kerja dengan benar hingga dapat mendatangkan perubahan bagi diri dan masyarakatnya ke arah yang lebih baik.
Keempat, tidak kalah pentingnya hal yang problematis ini dikarenakan rendahnya pengetahuan dan pemahaman aparatur terhadap kerjanya. Hal yang disebut terakhir telah menyebabkan kinerja yang asal-asalan, tidak sesuai dengan SOP, dan ketiadaan inovasi.
Sebetulnya banyak lagi fakta yang menyebabkan tidak bergeraknya kinerja dan meningkatkan produktivitas aparatur yang tidak mungkin disebutkan satu persatu di sini. Namun fakta yang telah disebutkan diharapkan dapat menggambarkan kerumitan kualitas kinerja aparatur yang tidak saja terjadi di dalam satu sector, melainkan telah merepotkan pada intersektor.
Kalau demikian halnya, apa yang harus kita lakukan? Peningkatan salary atau pendapatan aparatur memang merupakan salah satu upaya revitalisasi peran dan peningkatan kinerja aparatur. Akan tetapi peningkatan pengetahuan dan pengenalan terhadap makna dan nilai kerja bisa jadi tidak menjadikan aparatur menampilkan kinerja yang baik serta produktivitas yang menggembirakan.
Dalam hal ini, peran motivasi yang demikian krusial perlu dilihat sebagai upaya sistematis untuk mengefektifkan berbagai upaya perbaikan kinerja aparatur menjadi lebih berarti. Aparatur perlu mendapat pencerahan tentang makna kenaikan gaji bagi tanggung jawab kerja aparatur. Peningkatan ilmu dan skill menjadi keniscayaan. Sebab hanya dengan pengetahuan seorang aparatur dapat bekerja dengan benar dan dapat melakukan inovasi bagi setiap tugas yang dibebankan kepadanya. Pada saat yang sama aparatur perlu melakukan internalisasi bahwa keberadaan sebagai aparatur adalah amanah dari Tuhan serta rakyat, dan untuk itu mereka harus terus bertekad untuk meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas sebagai bakti mereka untuk negeri. Sebab manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain.[]

*Alfian Arbie P. Harahap, S. Hut
Peserta Pasca Pasarjana Ekonomi dan Manajemen
IPB Bogor – PNS Pada Pemda Kabupaten
Padang Lawas Utara.…...

Similar Documents

Free Essay

Csr Dan Hubungannya Dengan Kinerja Perusahaan

...kompetitif perusahaan. Dalam aspek hukum, perusahaan harus taat pada peraturan pemerintah seperti Undang-Undang Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007 dan Undang- Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 yang mengharuskan perseroan melaksanakan aktivitas CSR (Zarkasyi, 2008). Dengan demikian, CSR merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Pelaksanaan aktivitas CSR tidak bisa terlepas dari penerapan good corporate governance. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan corporate governance adalah mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab perusahaan pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Salah satu faktor corporate governance yang berpengaruh atas pelaksanaan CSR adalah struktur kepemilikan. Sebagian besar penelitian memberikan bukti yang cukup mengenai pengaruh struktur kepemilikan terhadap pengungkapan CSR. Hal ini sejalan dengan prinsip transparansi yaitu perusahaan dengan kepemilikan institusi dan asing yang tinggi akan memiliki tekanan lebih tinggi untuk mengungkapkan aktivitasnya dengan alasan untuk memasarkan sahamnya (Rosmasita, 2007). Penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali hubungan struktur kepemilikan dengan pengungkapan CSR. Adanya hasil yang tidak konsisten dari penelitian-penelitian sebelumnya menyebabkan isu ini menjadi topik yang penting untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing. Semakin besar......

Words: 3307 - Pages: 14

Free Essay

Mendongkrak Keberhasilan Pebisnis Ulung

...Mendongkrak Keberhasilan sang Pebisnis Ulung “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.” Begitulah kiranya kata-kata bijak yang keluar ketika ayah 3 anak ini memulai kisah perjalanannya. Seorang perantau dari Sulawesi yang telah melalang buana ini bernama Ochank. Sosok ayah 33 tahun yang rela jungkir balik untuk memberikan sesuap nasi untuk anak dan istrinya. Ochank menekuni bisnis trenggilingnya di malaysia. Uangnya berceceran dimana-mana. Jalan hidup yang awalnya sudah sangat menggembirakan. Ochank, Pebisnis berumur 32 tahun, dengan kondisi tangan yang patah. ------------------------------------------------- Namun keberuntungan tak selalu memihak kepadanya. Layaknya roda yang selalu berputar, kadang diatas kadang dibawah. Petualangannya dimulai ketika ia mulai merasa ada kecurangan dalam bisnisnya. Temannya telah memanfaatkannya. Siapa sangka teman lugu yang pintar, yang secara sepintas terlihat seperti sahabat, ternyata hanyalah serigala berbulu domba. Bisnisnya hancur, ia terpaksa harus gulung tikar. Peristiwa yang tepatnya berlangsung pada 2012-an silam ini memaksanya untuk menggadaikan mobilnya dan juga menjebaknya dalam hutang-piutang. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan bermodalkan uang dua juta yang ia pinjam untuk bertahan hidup. Berurusan dengan pihak yang berwajib pun ia hadapi. “Saya selalu berpindah-pindah tempat agar pihak yang berwajib tidak dapat melacak keberadaan saya.” Jelasnya. Kebangkrutannya telah menjatuhkan Ochank kepada......

Words: 791 - Pages: 4

Free Essay

Analisis Laba Dan Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi

...ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 Nama: Willy Bundianto NIM: 201160047 A. JUDUL PENELITIAN ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 B. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan manajemen laba sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Juga bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Earnings management oleh perusahaan adalah proksi akrual diskresioner (DA). Kemudian untuk pengukuran kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio keuangan meliputi total asset turnover, net profit margin, dan return on asset. Analisis dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test dan uji sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada indikasi manajemen laba yang dilakukan dengan mengambil alih perusahaan sebelum merger dan akuisisi dengan memanfaatkan peningkatan pendapatan akrual. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio total asset turnover memiliki peningkatan setelah merger dan akuisisi, sedangkan net profit margin dan return on assets memiliki penurunan setelah merger dan akuisisi. C. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang begitu pesat semakin......

Words: 2513 - Pages: 11

Free Essay

Esai Motivasi Masuk Mm Ui

...Esai Motivasi Masuk MM UI Oleh Ava Anisa Rakhma Ada beberapa hal yang ada di dalam pikiran saya tentang bagaimana cara untuk bertahan hidup, menjadi cerdas atau menjadi orang yang mampu bersosialisasi hingga bisa menggerakan sekitarnya, atau bisa dengan menguasai kedua hal tersebut. Ketika ingin menjadi cerdas kita tentu butuh ilmu baik dari buku atau dari orang lain, tetapi tetap harus dibarengi dengan mencari pengalaman, intinya harus mengambil resiko. Jika ingin mampu bersosialisasi pun harus berani mendekati orang, hal tersebut sama saja dengan mengambil resiko karena anda membagi sebagian dari diri anda ke orang lain agar mudah didekati. Saya termasuk orang yang sangat berhati-hati jika ingin mengambil resiko karena itu untuk membentengi diri saya supaya tidak jatuh harus punya bekal sebelum keluar ke masyarakat. Saya merasa diri saya yang sekarang ini masih kurang bekal. Saya ingin memenuhi kotak bekal saya dengan belajar di MM UI. MM merupakan program yang mengajarkan ekonomi yang lebih kepraktisi, dan saya lebih suka di UI karena lingkungannya. Saya pernah membandingkan UI dengan swasta, pelajaran yang diberikan jauh berbeda dengan UI dan lingkungannya tidak cocok dengan saya, seperti pola pikir. Lingkungan UI lebih mencerdaskan dan lebih beragam, hal tersebut memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat bersosialisasi dengan orang dari berbagai macam latar belakang. Terlepas dari hal tersebut, saya juga merasa dengan masuk program ini dapat membukakan saya......

Words: 312 - Pages: 2

Free Essay

Pengaruh Motivasi X Dan Y Terhadap Kinerja Dan Kepuasan Kerja Karyawan Pada Pt Danone Dairy Indonesia (Ddi) Dan Perusahaan Lain

...PENGARUH MOTIVASI X DAN Y TERHADAP KINERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT DANONE DAIRY INDONESIA (DDI) DAN PERUSAHAAN LAIN Oleh ARDINA PUSPITASARI P056132121.51 MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014 I. PENDAHULUAN 2.1 Latar Belakang Karyawan adalah salah satu aset perusahaan yang sangat penting. Karyawan memiliki peranan sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali dalam mencapai tujuan perusahaan. Karyawan dalam menjalankan tugasnya lebih dikenal dengan istilah kinerja karyawan yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu motivasi, prestasi, kepuasan, dan kecintaan terhadap pekerjaan tersebut. Motivasi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam kinerja karyawan. Motivasi memainkan peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Apabila karyawan termotivasi kuat dalam bekerja maka akan berdampak baik bagi perusahaan sehingga dapat mencapai tujuannya, sedangkan jika karyawan kurang termotivasi maka akan menurunkan kinerja dan berdampak buruk bagi perusahaan karena tidak tercapainya tujuan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pemimpin dalam memimpin karyawannya sehingga tercapainya tujuan perusahaan. Motivasi adalah alat pembangkit, penguat, dan penggerak seorang karyawan untuk mencapai tujuan akhir yang lebih baik (Nasution 2000 dalam Fitri 2012). Motivasi adalah dorongan untuk berbuat sesuatu dalam memenuhi kebutuhan.......

Words: 3234 - Pages: 13

Free Essay

Pengukuran Kinerja

...UNIVERSITAS INDONESIA RINGKASAN ARTIKEL PRAKTEK PROFESIONAL PENGUKURAN KINERJA: DARI FILOSOFI KE PRAKTEK MAKALAH INDIVIDU MATA AJAR MANAJEMEN STRATEJIK IQBAL FANHAZ NPM. 1306358046 Kelas AKM 13-1 PAGI FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI - PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI JAKARTA MARET 2014 STATEMENT OF AUTHORSHIP Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain, kecuali saya menyatakan dengan jelas bahwa saya menggunakannya. Saya memahami bahwa tugas yang saya kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme. |Nama Mahasiswa |: |Iqbal Fanhaz | |NPM |: |1306358046 | |Kelas |: |AKM 13-1 Pagi | |Mata Ajar |: |Manajemen Stratejik | |Judul Makalah/Tugas |: |Pengukuran Kinerja: Dari Filosofi ke Praktek | |Pengajar......

Words: 705 - Pages: 3

Free Essay

Summary Manajemen Kinerja

...Mata Kuliah : Manajamen Kinerja No. Mahasiswa : 12311427 Nama Mahasiswa : Ilham Setiawan No. Tugas : IX Judul Tugas : Pentingnya Mengevaluasi Perkembangan Kinerja Karyawan. Deadline Tugas : 19 Desember 2014 Kategori Hasil : SB / B / C / K / SK Nilai : Catatan : _______________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN 2014 BAB 9 PENTINGNYA MENGEVALUASI PERKEMBANGAN KARYAWAN Evaluasi perkembangan (Gilley dan Davidson: 1999) merupakan alat yang baik untuk menentukan apakah karyawan mampu menciptakan hasil yang memuaskan dan melaksanakan aktivitas untuk mencapai atau melebihi standar kinerja. Evaluasi pengembangan digunakan untuk menilai kepuasan internal dan eksternal stakeholder dengan produk atau jasa yang dihasilkan oleh karyawan. Evaluasi pengembangan memberikan karyawan umpan balik pada performanya sehingga karyawan dapat mengetahui kekuatan dan hasil yang diraih pada waktu tertentu, menyiapkan area untuk berkembang, menentukan tujuan untuk jangka waktu enam bulan atau satu tahun kedepan, dan meninjau hasil yang telah dicapai dengan tujuan yang......

Words: 1469 - Pages: 6

Free Essay

Laporan Kinerja

...Slide 1 Setiap instansi pemerintah berkewajiban untuk menyiapkan, menyusun dan menyampaikan laporan kinerja secara tertulis, periodik dan melembaga. Pelaporan kinerja ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan capaian kinerja instansi pemerintah dalam suatu tahun anggaran yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah. Pelaporan kinerja oleh instansi pemerintah ini kemudian dituangkan dalam dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Slide 2 Prinsip-Prinsip LAKIP Penyusunan LAKIP harus mengikuti prinsip-prinsip pelaporan pada umumnya, yaitu laporan harus disusun secara jujur, obyektif, akurat dan transparan. Di samping itu, perlu pula diperhatikan: * Prinsip lingkup pertanggung jawaban. Hal-hal yang dilaporkan harus proporsional dengan lingkup kewenangan dan tanggung jawab masing-masing dan memuat baik mengenai kegagalan maupun keberhasilan. * Prinsip prioritas. Yang dilaporkan adalah hal-hal yang penting dan relevan bagi pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban instansi yang diperlukan untuk upaya-upaya tindak lanjutnya. * Prinsip manfaat, yaitu manfaat laporan harus lebih besar daripada biaya penyusunannya, dan laporan harus mempunyai manfaat bagi peningkatan pencapaian kinerja. Dalam hubungan itu, perlu pula diperhatikan beberapa ciri laporan yang baik seperti relevan, tepat waktu, dapat dipercayai, diandalkan, mudah dimengerti (jelas dan cermat), dalam bentuk yang menarik (tegas dan konsisten, tidak......

Words: 3918 - Pages: 16

Free Essay

Pengukuran Kinerja Organisasi

...PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK [pic] (Ringkasan Materi Kuliah) Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Akuntansi Sektor Publik Oleh: |RANGGA RATRIASA | (F1314115) | |TAUFIK RISQIYANTO | (F1314083) | FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014 PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Layanan yang disediakan gratis dan dibiayai oleh pajak adalah ciri khas dari akuntansi sektor publik. Layanan yang dijual di pasar yang kompetitif, pendapatan penjualan akan memberikan informasi keuangan tentang bagaimana pengguna layanan menilai layanan yang diberikan: pengukuran pendapatan, bidang akuntansi, akan menjadi ukuran kinerja yang relevan. Penerimaan pajak tidak dapat memberikan tindakan tersebut. Permintaan tak henti-hentinya untuk pengukuran kinerja di sektor publik bertemu dengan tindakan-tindakan non-keuangan. Ini jenis tindakan memberikan tantangan tersendiri bagi akuntansi sektor publik. Tahap setelah operasional anggaran adalah pengukuran kinerja untuk menilai prestasi manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya serta menilai akuntabilitas organisasi dan manager. Pengukuran kinerja yang handal (reliable) merupakan salah satu faktor kunci suksenya organisasi. A. PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK. Sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem......

Words: 3993 - Pages: 16

Premium Essay

Hubungan Kualitas Corporate Governance Terhadap Kinerja Lingkungan Perusahaan

...    HUBUNGAN KUALITAS CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA LINGKUNGAN PERUSAHAAN DENGAN KINERJA PASAR PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI SKRIPSI ABSTRAK Kinerja lingkungan semakin mendapat perhatian dari banyak perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan dengan kinerja lingkungan baik akan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan lainnya. Untuk mencapai kinerja lingkungan yang baik dibutuhkan peran dari corporate governance. Namun, hal ini belum banyak dipahami oleh perusahaan, khususnya di Indonesia, sehingga kinerja lingkungan dan corporate governance masih relatif sedikit diterapkan oleh perusahaan di Indonesia. Penelitian ini mencoba meneliti hubungan kualitas corporate governance terhadap kinerja lingkungan perusahaan dengan kinerja pasar perusahaan sebagai variabel moderasi. Kinerja lingkungan perusahaan diproksikan ke dalam peringkat PROPER, sertifikasi ISO 14001, dan biaya lingkungan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sementara itu, kualitas corporate governance diproksikan ke dalam indeks hasil peratingan CGCG UGM. Penelitian ini menggunakan variabel kontrol berupa profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tingkat leverage perusahaan yang masingmasing diproksikan dalam ROA, log natural of total assets value, dan debt to asset ratio, sedangkan variabel moderasi berupa kinerja pasar perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q ratio. Penelitian ini menggunakan sampel 30 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005, 2007, dan 2009....

Words: 605 - Pages: 3

Free Essay

Hubungan Antara Tingkat Spiritualitas Siswa Dengan Motivasi Belajar Siswa

...diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Semuanya itu berkaitan atau bahkan didasari dengan kekuatan spiritual (SQ). Tapi pada pelaksanaannya pendidikan terutama pendidikan formal di negeri ini cenderung lebih mengutamakan IQ ketimbang yang lainnya. Padahal IQ (Intelligence Quotien) yang mula-mula diperkenalkan oleh Wilhelm Stern pada awal abad keduapuluh dan bertahan selama 200 tahun telah dikritik oleh banyak teori kecerdasan lainya seperti MI (multiple intelligences) oleh Howard Gardner, EQ (emotional quotient) oleh Daniel Goleman, SQ (spiritual quotient) yang diperkenalkan secara ilmiah oleh Danah Zohar dan Ian Mashal, dan masih banyak lagi yang lainnya. bahkan IQ dituduh sebagai penyebab terjadinya “krisis manusia moderin” di dunia barat. Agus Efendi (2005). Daniel Goleman (2004) mengatakan “setinggi-tingginy, IQ menyumbang kira-kira 20 persen bagi faktor-faktor yang menentukan sukses dalam hidup, maka yang 80 persen oleh kekuatan-kekuatan lain”. kecerdasan spiritual atau lebih dikenal dengan SQ merupakan faktor penting dalam menentukan kesuksesan dan prestasi seseorang. Agus Efendi (2005 : 208) mengatakan “SQ dibutuhkan oleh siapa pun yang ingin memuncakkan prestasi dan makna hidup”. Spiritual quotient berperan penting dalam menentukan pencapaian dalam seluruh aspek kehidupan. Abdul Jalil menulis dalam bukunya Spiritual enterprenership bahwa spiritualitas dewasa ini telah masuk dan dikaitkan dengan berberbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang ekonomi, yang......

Words: 3859 - Pages: 16

Free Essay

Kata-Kata Motivasi

...inginkan. (*) Kata Kata Motivasi 2013 Hidup itu layaknya waktu yang terus berjalan dan takkan pernah bisa kembali lagi. Jadi pergunakanlah waktumu sebaik mungkin Langkah terbaik untuk meramalkan masa depan adalah dengan cara menciptakan sendiri masa depan tersebut Orang yang mampu belajar dari kegagalan adalah pemenang, namun orang yang selalu menutupi kegagalan adalah pecundang Cinta hanya tumbuh di taman hati. Cuma hati yang suci yang dapat memupuk cinta sejati Jika engkau gagal pada hari ini, janganlah engkau berputus asa, karena masih ada hari besok dan seterusnya yang akan mengajakmu menjadi lebih sukses. Seseorang dikatakan gagah perkasa, itu bukanlah orang yang bertubuh besar dan kuat, namun orang yang mampu mengendalikan emosinya pada waktu dia  marah Cinta kasih yaitu perasaan hati, yang perlu diungkapkan dengan hati, tidak cuma dengan bujukan atau pujian Pacaran itu tidak harus selalu dimanjakan dan disayang, tapi ada hal yang lebih penting dari semua itu, diajarkan cara saling menghormati pasangan dan saling menerima Jangan pernah melihat siapa yang berbicara, namun lihatlah tentang apa yang disampaikannya Pacaran itu harus rela berkorban, tapi apakah harus semuanya kita korbankan untuk pacar Hanya dengan penuh  keyakinan kita mampu memindahkan gunung, namun tanpa persiapan kita bisa tersandung oleh batu kecil Jadilah pribadi seperti layaknya padi, yang semakin tua, semakin merunduk. Suatu cara nyata untuk membedakan Anda dengan saingan Anda adalah......

Words: 870 - Pages: 4

Free Essay

Analisa Efektivitas Atas Pemanfaatan Software Proses Bisnis “Aris 9.8” Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Di Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Peningkatan Kinerja Perusahaan

...ANALISA EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS “ARIS 9.8” DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN Oleh : Yulia Nevi Artati Program : Eksekutif B – Kelas 28 C Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada 2015 DAFTAR ISI Daftar Isi ……………………………………………………………………... i Daftar Gambar ……………………………………………………………….. iii Daftar Tabel ………………………………………………………………….. iv Daftar Lampiran ……………………………………………………………… v BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………… 1 1.1 Latar Belakang ………………………………………………… 1 1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………... 6 1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………… 6 1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………….. 7 BAB II KAJIAN LITERATUR …………………………………………… 8 2.1 Kerangka Teoritis ……………………………………………… 8 2.1.1 Sistem Informasi ………………………………………………. 8 2.1.2 Software ……………………………………………………….. 9 2.1.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi …………………………….. 9 2.1.4 Proses Bisnis …………………………………………………... 9 2.1.5 Enterprise Resource Planning (ERP) System …………………. 10 2.1.6 Lean Six Sigma ………………………………………………... 10 2.1.7 Kinerja Perusahaan ……………………………………………. 11 i 2.1.8 Skala Likert 11 2.1.9 Metode Penelitian : Analisa Kuantitatif 12 2.2 Kerangka Pemikiran …………………………………………… 14 2.3 Kerangka Konsep ……………………………………………… 16 2.4 Hipotesis ……………………………………………………… 17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN …………………………………. 19 3.1 Rancangan Penelitian......

Words: 7402 - Pages: 30

Free Essay

Manfaat Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Umum Pegadaian

...GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN Yulinar Triyana ( niar_triyana@yahoo.com ) Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat atau hasil dari penerapan prinsipprinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. penilaian GCG dinilai dari hasil penyebaran kuesioner yang didapat dan dengan menggunakan rasio ROE, ROA, Curren Ratio dan Solvabilitas untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Setelah dilakukan penelitian terhadap Perum Pegadaian dan didukung dengan teori-teori serta pembahasan pada bab-bab yang ada, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Penerapan prinsip-prinsip GCG pada Perum Pegadaian sangat bermanfaat terhadap kinerja keuangan perusahaan hal ini dapat dilihat dengan dijalankannya prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan keadilan sehingga membantu dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan keuangan maupun non keuangan yang akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan serta meningkatkan kepercayaan para nasabah dan pemilik modal (dalam hal ini pemerintah) yang secara otomatis juga akan berdampak pada nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kinerja keuangan yang dihitung......

Words: 5572 - Pages: 23

Free Essay

Penilaian Kinerja Keuangan Pt Wijaya Karya (Persero), Tbk

...PENGGUNAAN ANALISA RASIO KEUANGAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT WIJAYA KARYA (Persero), Tbk Periode 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2013 I. PENDAHULUAN Gambaran Umum Perusahaan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk atau singkatnya disebut WIKA merupakan perusahaan hasil nasionalisasi perusahaan belanda Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vin en Co. Atau NV Vis en CO. WIKA didirikan pada tahun 1960 sebagai Badan Usaha Milik Negara. WIKA adalah salah satu perusahaan konstruksi besar yang sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satu proyek besarnya adalah pembangunan Jembatan Suramadu yang kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. WIKA juga dikenal sebagai perusahaan kontrusi yang banyak memenangkan tender proyek infrastruktur tanah air. Pada sejarah awal kinerja perusahaan ini adalah saat tahun 1972, dimana pada saat itu nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja berubah menjadi PT Wijaya Karya. WIKA kemudian berkembang menjadi sebuah kontraktor konstruksi dengan menangani berbagai proyek penting seperti pemasangan jaringan listrik di Asahan dan proyek irigasi Jatiluhur. Satu dekade kemudian, pada tahun 1982, WIKA melakukan perluasan divisi dengan dibentuknya beberapa divisi baru, yaitu Divisi Sipil Umum, Divisi Bangunan Gedung, Divisi Sarana Papan, Divisi Produk Beton dan Metal, Divisi Konstruksi Industri, Divisi Energy, dan Divisi Perdagangan. Proyek yang ditangani saat itu......

Words: 1980 - Pages: 8