Free Essay

Information System

In: Computers and Technology

Submitted By zainal99
Words 5246
Pages 21
PENGUKURAN USABILITY I-CARING BERBASIS ISO 9241-11 DENGAN
MENGGUNAKAN PARTIAL LEAST SQUARE (PLS)
Shindy Alfidella1, Dana Sulistyo Kusumo2, Dawam Dwi Jatmiko S3
School of Computing Telkom University, Bandung
KK SIDE (Software Engineering, Information System and Data Engineering)
1
shindyalfidella@gmail.com, 2dskusumo@gmail.com, 3dawamdjs@telkomuniversity.ac.id
Abstrak
Pembuatan suatu website harus dilakukan dengan memperhatikan factor kemudahan penggunaan
(usability). Usability website pernting untuk diperhatikan agar pengguna yang mengunjungi atau mengakses website tersebut merasa mudah menggunakannya dan memperoleh informasi yang diperlukan sehingga berkemungkinan untuk terus mengakses website tersebut. Namun jika dilihat dari penggunaanya, salah satu website kampus Fakultas Teknik Telkom University yaitu i-Caring, pengguna tidak sering menggunakan i-Caring sehingga responden yang diwawancarai oleh penulis dapat dikatakan masih kurang aktif dalam menggunakan i-Caring. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usability website i-Caring berdasarkan ISO 9241-11. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner penelitian yang disebar terdiri dari 25 pertanyaan yang dikelompokkan menjadi empat variabel berdasarkan ISO 9241-11 yaitu effectiveness, efficiency, satisfaction, dan usability.
Setelah kuisioner disebar maka didapatkan hasil data lalu akan dianalisis menggunakan teknik PLS
(Partial Least Square) dengan tool SmartPLS dan nantinya akan memberikan rekomendasi terhadap perbaikannya sesuai dengan metode saluta (scenario based architecture level usability analysis).
Kata kunci: ISO 9241-11, Usability, PLS (Partial Least Square), smartPLS, I-Caring, dan saluta (scenario based architecture level usability analysis)
Abstrack
Building a website should be conducted by considering the ease of use (usability) factors. the usability of website is important to concern, then the users who visit or access the website was easy to use and obtain the necessary information so that is likely to continue to access the website. However, if viewed from its use, one of the campus website Telkom University Faculty of Engineering, namely i-Caring, still far from the interests of the user so that respondents interviewed by the author can be said is still less active in using i-Caring. This study was conducted to analyse the usability of the website i-Caring based on ISO 9241-11. Research carried out by using the questionnaire as a research instrument. Questionnaires were distributed research consisted of 25 questions grouped into four variables based on ISO 9241-11 those are effectiveness, efficiency, satisfaction, and usability. After the questionnaires distributed the results obtained and the data will be analysed using PLS (Partial Least Square) with SmartPLS tool and will provide recommendations for improvement in accordance with the method saluta (scenario-based architecture level usability analysis).
Keywords: ISO 9241-11, Usability, PLS (Partial Least Square), smartPLS, I-Caring, and saluta (scenario based architecture level usability analysis)
1.

Pendahuluan

Kehadiran teknologi informasi berkembang dengan pesat dari waktu ke waktu, hampir dari semua bidang teknologi berbasis internet khususnya website. Perkembangan website yang semakin pesat sangat membantu dalam kemudahan penyampaian dan penerimaan informasi. Mulai dari perusahaan, lembaga atau organisasi, dan institusi pendidikan khususnya perguruan tinggi membutuhkan sebuah website untuk mempermudah mahasiswa dalam memperoleh berbagai macam informasi mengenai mata kuliah.

Salah satu website yang digunakan untuk memperoleh informasi mengenai mata kuliah pada
Fakultas Teknik kampus Telkom University adalah i-Caring. I-Caring merupakan aplikasi E-Learning berbasis LMS (Learniang Management System) yang terintegrasi pada i-Gracias. I-Caring menyediakan modul pembelajaran seperti materi dan tugas perkuliahan, komunikasi melalui message dan forum, serta fasilitas penyelenggaraan kuis online. Hal ini jelas menjadikan i-Caring sebagai satu-satunya media pembelajaran yang sangat bermanfaat di lingkungan fakultas teknik kampus
Telkom University.

1

Berdasarkan hasil wawancara terhadap 33 orang mahasiswa, hanya terdapat 19% yang sering menggunakan dan mengakses i-caring tersebut sehingga responden yang diwawancarai oleh penulis dapat dikatakan masih kurang aktif dalam menggunakan i-Caring. Berdasarkan kasus diatas, perlu dilakukan pengujian terhadap kegunaan
(usability) pada website i-Caring bagi pengguna khususnya mahasiswa fakultas teknik Telkom
University untuk terus menggunakan website iCaring.
Penilaian usability sangat penting ketika dikaitkan dengan satisfaction atau kepuasan pengguna baik dari sisi penilaian antarmuka hingga fungsionalitas.
Kriteria variabel dari usability menurut Standard
ISO 9241-11 adalah effectiviness, efficiency, satisfaction[3]. Untuk mengetahui hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan usability, maka digunakan metode Partial Least Square (PLS).
Dengan menggunakan metode pengukuran berbasis varians yaitu Partial Least Square (PLS) diharapkan penulis dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan website i-Caring, sehingga akan dimunculkan rekomendasi-rekomendasi yang baik kepada para pengembang website i-Caring yang layak serta memenuhi kepuasan pengguna.
Rumusan Masalah
Perumusan masalah untuk tugas akhir ini dapat diklasifikasikan kedalam beberapa poin dibawah ini:
a.

Apakah ketiga variabel berdasarkan ISO 924111 yakni effectiviness, efficiency, satisfaction berpengaruh terhadap usability yang diukur dengan metode Partial Least Square (PLS)?

b.

Bagaimana rekomendasi perbaikan I-Caring ketika mendapatkan hasil analisa usability yang dipengaruhi oleh variabel effectiveness, efficiency, dan satisfaction?

dipengaruhi oleh variabel effectiveness, efficiency, dan satisfaction dengan pendekatan metode Saluta (Scenario based Architecture
Level UsabiliTy Analysis).
2.

Usability
Usability berasal dari kata usable yang berarti kegunaan yang baik. Usability secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan sistem agar mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya.
Pada tugas akhir ini, peneliti menggunakan ISO
9241-11 sebagai dasar dari pengukuran usability.
ISO 9241 mendefinisikan usability sebagai berikut : software is usable when it allows the user to execute his task effectively, efficiently and with satisfaction in the specified context of use[2].
ISO 9241 Part 11 menjelaskan bahwa usability menunjuk pada tingkat sebuah produk yang dapat digunakan oleh pengguna tertentu untuk mencapai tujuan spesifik dengan efektif, efisien dan memuaskan dalam sebuah konteks penggunaan[3].
Konteks penggunaan terdiri dari pengguna, tugas, peralatan (hardware, software, dan material), dan lingkungan fisik serta sosial yang mempengaruhi usabilitas produk dalam sistem kerja. Efek dari perubahan komponen dalam sistem kerja dapat diukur dengan performansi pengguna dan kepuasan.
Dalam ISO 9241-11 (1998) terdapat 3 dimensi yaitu effectiveness (efektifitas), yang menggambarkan seberapa baik pengguna mencapai tujuan mereka menggunakan sistem, efficiency (efisiensi), yang memperhatikan sumber daya apa yang digunakan untuk mencapai tujuan pengguna, dan satisfaction
(kepuasan), yang merupakan sudut pandang pengguna tentang penggunaan sistem[2].
Berkaitan dengan usability dimensi ISO
9241-11 ini mempunyai makna sebagai berikut [3]:
a.

Efektifitas adalah seberapa besar alat atau produk dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Jika tujuan yang diinginkan adalah untuk secara akurat mereproduksi dokumen dua halaman dalam format tertentu, maka akurasi dapat ditentukan atau diukur dengan jumlah kesalahan ejaan dan jumlah penyimpangan dari format yang ditentukan, dan kelengkapan dengan jumlah kata dokumen yang ditulis dibagi dengan jumlah kata dalam sumber dokumen[3].

Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian
Tugas Akhir ini adalah
a.

Menganalisis pengaruh Effectiveness
(Efektifikas)
pada aplikasi i-Caring berpengaruh signifikan terhadap usability yang diukur dengan Partial Least Square (PLS)

b.

Menganalisis pengaruh Efficiency (Efisiensi) pada aplikasi i-Caring berpengaruh signifikan terhadap usability yang diukur dengan Partial
Least Square (PLS).

c.

Menganalisis pengaruh Satisfaction
(Kepuasan) pengguna pada aplikasi i-Caring berpengaruh signifikan terhadap usability yang diukur dengan Partial Least Square (PLS)

d.

Menentukan rekomendasi perbaikan web iCaring dari hasil analisa usability yang

Effectiveness

b.

Efficiency
Efisiensi adalah tingkat efektifitas yang dicapai, yang berkaitan dengan sumber daya. Sumber daya yang relevan dapat mencakup usaha mental atau fisik, waktu, dan biaya. Misalnya efisiensi manusia bisa diukur sebagai efektifitas dibagi dengan usaha manusia, efisiensi dan efektifitas temporal dibagi waktu, atau efisiensi ekonomi dibagi dengan biaya[3].

2

Satisfaction
Kepuasan adalah mengukur sejauh mana pengguna bebas dari ketidaknyamanan dan sikap mereka terhadap penggunaan produk. Kepuasan bisa ditentukan dan diukur menurut penilaian subjektif pada skala seperti ketidaknyamanan yang dialami, kesukaan pada produk, kepuasan menggunakan produk, atau penerimaan dari beban kerja ketika melaksanakan tugas yang berbeda, atau sejauh mana tujuan kegunaan tertentu (seperti efisiensi atau learnability) telah disesuaikan kebutuhannya[3]
3.

Partial Least Square (PLS)
Partial Least Square (PLS) dikembangkan pertama kali oleh Herman Wold (1982). PLS merupakan metode analisis yang powerful karena tidak mengasumsikan data harus dalam skala pengukuran tertentu dan juga mengenai jumlah sampel relatif kecil (minimal direkomendasikan berkisar dari 30 sampai 100). Pendekatan PLS adalah distribution free yang artinya data tidak dapat berdistribusi tertentu, dapat berupa nominal, kategori, ordinal, interval dan rasio. Dalam pengembangannya, model dasar PLS diselesaikan oleh Herman Wold pada tahun 1977 yang kemudian dikembangkan lebih lajut oleh Lohmoller pada tahun
1984 dan 1989, dan kemudian dikembangkan oleh
Chin pada tahun 1996[10].
Dalam hal kompleksitas model, PLS dapat menampung sampai 100 konstruk dan indikator.
Selain itu PLS dapat digunakan pada setiap jenis skala data (nominal, ordinal, interval, rasio) serta syarat asumsi yang lebih fleksibel. Terdapat dua macam indikator dalam pendekatan PLS, yaitu model indikator refleksif dan model indikator formatif. Lebih lanjut, variance atau component based SEM merupakan tipe SEM yang menggunakan variance dalam proses iterasi sehingga tidak memerlukan korelasi antara indikator maupun konstruk latennya dalam suatu model struktural. Konsekuensi penggunaan PLS-SEM adalah pengujian dapat dilakukan tanpa dasar teori yang kuat, mengabaikan beberapa asumsi (nonparametrik) dan parameter ketepatan model prediksi dilihat dari nilai koefisien determinasi (RSquare)[10].
Maka dengan teknik PLS ini dapat diketahui 4 variabel laten yang didapatkan pada prinsip ISO 9241-11 atau usability, yakni variabel effectiveness, variabel efficiency, variabel satisfaction dan variabel derajat usability. Ada beberapa hal yang ciri-ciri analisis pada PLS antara lain[14] :
1. Data tidak harus berdistribusi normal multivariate. 2. Dapat digunakan sampel kecil. Minimal sampel
>30 dapat digunakan.
3. PLS selain dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan teori, dapat juga digunakan

4.

5.

untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten.
PLS dapat menganalisis sekaligus konstruk yang dibentuk dengan indikator reflektif dan formatif PLS mampu mengestimasi model yang besar dan kompleks dengan ratusan variabel laten dan ribuan indikator (Falk and Miller, 1992)

Pendugaan parameter di dalam PLS meliputi 3 hal, yaitu[14] :
1. Weight estimate yang digunakan untuk menciptakan skor variabel laten.
2. Estimasi jalur (path estimate) yang menghubungkan antar variabel laten dan estimasi loading antara variabel laten dengan indikatornya. 3. Means dan lokasi parameter (nilai konstanta regresi, intersep) untuk indikator dan variabel laten. Untuk memperoleh ketiga estimasi ini, PLS menggunakan proses iterasi tiga tahap dan setiap tahap iterasi menghasilkan estimasi. Tahap pertama menghasilkan penduga bobot (weight estimate), tahap kedua menghasilkan estimasi untuk inner model dan outer model, dan tahap ketiga menghasilkan estimasi means dan lokasi (konstanta).
Pada dua tahap pertama proses iterasi dilakukan dengan pendekatan deviasi (penyimpangan) dari nilai means (rata-rata). Pada tahap ketiga, estimasi bisa didasarkan pada matriks data asli dan taua hasil penduga bobot dan koefisien jalur pada tahap kedua, tujuannya untuk menghitung means dan lokasi parameter[15]. Tabel Kriteria Penilaian PLS[10]
Kriteria

Penjelasan

Evaluasi Model Struktural
Hasil R² sebesar 0.67, 0.33, dan
0.19 untuk variabel laten endogen
R² untuk variabel dalam model struktural laten dependen mengindikasikan bahwa model
"baik", "moderat", dan "lemah"
Nilai estimasi untuk hubungan jalur dalam model struktural harus
Estimasi koefisien signifikan. Nilai signifikansi ini jalur dapat diperoleh dengan prosedur bootstrapping Evaluasi Model Pengukuran Refleksif
Nilai loading faktor harus di atas
0.70. namun untuk penelitian tahap awal dari pengembangan
Loading factor skala pengukuran nilai loading
0.5 sampai 0.6 dianggap cukup
(chin, 1998)
Composite reliability mengukur
Composite
internal consistency dan nilai nya reliability harus diatas 0.6
Average Variance
Extracted (AVE)

Nilai AVE harus diatas 0.5

3

Validitas
Diskriminan

Cross Loading

Nilai akar kuadrat dari AVE harus lebih besar daripada nilai korelasi antar variabel laten
Merupakan ukuran lain dari validitas diskriminan. Diharapkan setiap blook indikator memiliki loading tinggi untuk setiap variabel laten yang diukur dibandingkan dengan indikator untuk laten variabel lainnya.

4.

Metodologi
Pada tugas akhir ini, penelitian dilakukan terhadap usability yang ada pada i-Caring terhadap pengguna. Penelitian dilakukan dengan melihat penilaian pengguna dengan menggunakan kuesioner yang digunakan untuk menentukan berapa besar pengaruh usability aplikasi i-Caring dari civitas academica fakultas teknik Telkom University.
Kuesioner terdiri dari pretest kuesioner bertujuan untuk mengidentifikasi apakah pertanyaan kuesioner yang disebar bernilai valid dan reliabel atau tidak, serta main kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan analisis dan kesimpulan.
Dalam data pertanyaan kuesioner terdapat beberapa poin-poin yang dikaitkan dengan dimensi pada indikator-indikator variabel dependen
(usability) dan variabel independen (effectiveness, efficiency, dan satisfaction). Indikator-indikator ini akan mengacu terhadap batasan-batasan penelitian ini. Setelah data didapatkan maka data akan diolah dan perhitungan masing-masing variabel serta memodelkan hubungan antara variabel laten dengan indikaornya dengan menggunakan model Partial
Least Square (PLS) dan akan diproses dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 2.0. Setelah didapatkan nilai dari masing-masing variabel tersebut, maka akan dilakukan analisa hipotesa mengenai usability berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner tersebut. Langkah selanjutnya peneliti akan membuatkan desain rekoemndasi untuk perbaikan berdasarkan data yang telah di dapat sebelumnya. 5.

Penyusunan Path Analysis
Berdasarkan dasar teori PLS, dapat dibuatkan diagram alur (path diagram) hubungan kausalitas antar konstruk beserta indikator. Path Analysis
(Analisis jalur) dikembangkan sebagai metode untuk mempelajari pengaruh (efek) dari variabel independen (variabel bebas) terhadap variabel dependen (variabel terikat). Hubungan tersebut dapat dilihat pada gambar II.1. dalam penyusunan diagram alur tesebut, sebagaimana telah dijelaskan pada definsi operasional, terdiri dari 4 (empat) variabel laten dan 27 (dua puluh tujuh) indikator.

6. Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan merupakan semua karakteristik umum yang dapat diukur dan

dapat berubah dalam keluasan, intensitas, atau keduanya[20]. Nilai tersebut dapat berbeda untuk waktu yang berbeda meskipun ditujukan pada objek yang sama. Sesuai dengan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, Partial Least Square
(PLS), maka variabel yang digunakan dibagi menjadi variabel dependen dan variabel independen.
Variabel penelitian dengan indikatornya mengacu pada ISO 9241-11 dan penelitian sebelumnya yaitu oleh Testiyan Wijaya (2011) dengan jurnal yang berjudul Perancangan Alat Ukur Indeks Usabilitas pada Mesin Pencari (Search Engine).

Gambar Penyusunan Path Analisis
7.

Variabel Penelitian
Variabel
penelitian yang digunakan merupakan semua karakteristik umum yang dapat diukur dan dapat berubah dalam keluasan, intensitas, atau keduanya[19]. Nilai tersebut dapat berbeda untuk waktu yang berbeda meskipun ditujukan pada objek yang sama. Sesuai dengan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, Partial Least
Square (PLS), maka variabel yang digunakan dibagi menjadi variabel dependen dan variabel independen.
Variabel penelitian dengan indikatornya mengacu pada ISO 9241-11 dan penelitian sebelumnya yaitu oleh Testiyan Wijaya (2011) dengan jurnal yang berjudul Perancangan Alat Ukur Indeks Usabilitas pada Mesin Pencari (Search Engine).
Variabel

Efficiency

Indikator
Sistem membutuhkan waktu yang cepat untuk memperbaiki kesalahan Ketika melakukan pencarian
(search), sistem membenarkan jika ada kata kunci yang salah

Kode

Tersedianya menu Help
Navigasi jelas untuk mengakses setiap konten pada
I-Caring
Struktur penyajian dari konten mudah dipelajari
Saat pertama kali mengakses ICaring, pengguna dapat langsung melakukan tugas

E3

E1
E2

E4
E5
E6
4

dengan mudah

Effectiveness

Satisfaction

Usability

8.

Tampilan menu muncul dilokasi yang sama pada setiap halaman Selected icon yang berada disekitar unselected icon dapat dibedakan Tersedianyan fitur Chat pada ICaring
Tersedianya notifikasi
(pemberitahuan) untuk tugas/kuis (reminder) perkuliahan per user
Penyajian tulisan dapat dibaca dan mudah dipahami
Pemilihan warna yang digunakan menarik perhatian user Informasi yang tersedia pada Icaring sesuai dengan kebutuhan mahasiswa
Penggunaan perintah
(command) dan simbol-simbol pada I-Caring sudah dikenal dengan baik (familiar)
I-Caring bekerja dengan langkah-langkah yang mudah dimengerti sehingga pengguna dapat menyelesaikan tugas dengan mudah
Rating skala untuk fitur-fitur pada I-Caring
Rating skala untuk fasilitas pendukung pada I-Caring
Rating skala untuk kemudahan menggunakan I-Caring
Rating skala untuk penanganan error pada I-Caring
Rating skala untuk interface ICaring
I-Caring memenuhi kebutuhan pengguna I-Caring membantu pengguna menjadi lebih efektif
Pengguna mudah mempelajari penggunaan I-Caring
I-Caring memiliki interface yang menarik
Pengguna merasa puas menggunakan I-Caring

E7
E8
F1

F2
F3
F4

waktu yang cukup lama sehingga peneliti menanggulanginya dengan cara penyebaran kuesioner secara online agar proses pengumpulan data tidak memerlukan waktu yang lama.
Kuesioner
Instrumen utama pada penelitian ini adalah kuesioner. Pengukuran dari setiap indikator pada variabel dilakukan dengan menggunakan skala likert. Skala likert merupakan skala penilaian yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang dengan memberikan skor pada masingmasing jawaban[6].
Pilihan jawaban yang tersedia terdiri dari 5 pilihan, yaitu : Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju
(TS), Netral (N), Setuju (S), Sangat Setuju (SS) dengan masing-masing pilihan jawaban diberi bobot, untuk bobot tertinggi Sangat Tidak Setuju adalah 1 sedangkan untuk nilai tertinggi Sangat Setuju adalah
5[6].

F5

Jawaban

Singkatan

Bobot

STS

1

Tidak Setuju

TS

2

Netral

N

3

Setuju

S

4

Sangat Setuju

SS

5

Sangat Tidak
F6

F7
S1
S2
S3
S4
S5
U1
U2
U3
U4
U5

Pengumpulan Data
Wawancara
Wawancara dilakukan pada tahap awal yaitu pada saat inisial kuesioner penelitian. Inisial kuesioner bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan usability pada aplikasi i-Caring dan untuk mengetahui apakah perlu atau tidak dilakukan pengukuran usability terhadap aplikasi i-Caring.
Wawancara ini dilakukan dengan pembacaan poinpoin pertanyaan kepada responden dan yang mengisi jawabannya juga peneliti. Metode ini memerlukan

Setuju

9.

Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan metode PLS pengujian validitas indikator refleksif dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama yaitu pengujian convergent validity yaitu pengujian validitas berdasarkan nilai loading factor masing-masing konstruk, dan tahap selanjutnya adalah pengujian discriminant validity yaitu pengujian validitas berdasarkan perbandingan besaran nilai korelasi antar konstruk[10].
Convergent Validity
Pengujian validitas tahap pertama digunakan untuk mengidentifikasi bahwa unobserved variable dapat diukur dengan menggunakan masing-masing konstruk observed variable melalui Confirmatory
Factor Analysis (CFA) atau biasa disebut dengan analisis faktor. Menurut Ghozali, suatu indikator dianggap memiliki tingkat validitas yang tinggi apabila memiliki nilai faktor loading yang lebih besar dari 0,70. Namun indikator yang memiliki loading factor 0,50 sampai 0,60 masih dapat diterima[10]. Dari hasil pengujian pertama, terdapat
2 indikator yang memiliki nilai loading factor di bawah 0.5 ( λ < 0,5 ). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat indikator yang tidak valid atau belum memenuhi uji convergent validity sehingga perlu respefisikasi model.
Dengan melihat nilai loading factor, indikator dengan nilai dibawah 0.5 akan dire-spesifikasi
5

kembali. Pada kasus ini, berdasarkan nilai loading factor pada tabel dibawah, indikator dengan laber E1
(0.407825) merupakan indikator dengan nilai loading factor dibawah 0.5.
Oleh karena itu, peneliti mengeliminasi indikator tersebut lalu melakukan re-spesifikasi model penelitian kembali. Berikut hasil dari respesifikasi.

Variabel

Efficiency

Effectiveness

Satisfaction

Usability

Kode
Indikator
E2
E4
E5
E6
E7
E8
F1
F2
F3
F4
F5
F6
F7
S1
S2
S3
S4
S5
U1
U2
U3
U4
U5

Outer
Loading
Value
0.676255
0.628698
0.776552
0.806168
0.771473
0.653964
0.664098
0.638783
0.574626
0.790285
0.754799
0.816186
0.758324
0.80589
0.846909
0.849646
0.790659
0.763949
0.824039
0.818931
0.784423
0.7879
0.753806

Pengujian validitas tahap kedua yaitu pengujian discriminant validity. Pengujian ini didasarkan dari nilai cross loading pengukuran dengan konstruk dan nilai Average Variance
Extracted (AVE). AVE yang baik, disyaratkan oleh
Ghozali memiliki nilai lebih besar dari 0,50[10].
Berikut ini merupakan nilai dari tabel AVE.
Variabel

AVE Value

Efficiency (E)

0.509912

Effectiveness (F)

0.546169

Satisfaction (S)

0.665390

Usability (U)

0.616492

Tabel di atas menunjukkan nilai AVE dari model penelitian. Dapat dilihat dari tabel tersebut bahwa
AVE Value untuk semua variabel penelitian telah bernilai di atas 0.5, sehingga nilai AVE untuk

pengujian discriminant validity sudah memenuhi untuk pengujian selanjutnya.
10. Pengujian Realibilitas
Berdasarkan metode PLS, reliabilitas indikator refleksif pada penelitian ini ditentukan dari nilai composite reliability dan cronbach’s alpha untuk setiap blok indikator first order pada konstruk reflektif. Rule of thumb nilai alpha atau composite reliability harus lebih besar dari 0,7 meskipun nilai
0,6 masih dapat diterima [19].
Pengujian reliabilitas tahap selanjutnya adalah pengujian nilai croanbach’s alpha. Konstruk dinyatakan reliabel jika memiliki nilai croanbach’s alpha diatas 0,60[10]. Berikut hasil output dari outer model dari croanbach’s alpha.
Variabel

Croanbach's
Alpha (CA)

Efficiency

0.837657

Effectiveness

0.861573

Satisfaction

0.873951

Usability

0.845112

Tabel di atas merupakan tabel nilai croanbach’s alpha dari model penelitian. Tabel tersebut menunjukkan bahwa setiap variabel telah memiliki nilai croanbach’s alpha di atas 0.6 dengan nilai terendah sebesar 0.838 dari variabel Efficiency
(E) dan nilai tertinggi sebesar 0.874 dari variabel
Satisfaction (S). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model penelitian telah memenuhi nilai dari croanbach’s alpha
Dari kedua model di atas, dapat disimpulkan bahwa model telah memenuhi kriteria Composite
Reliability dan Croanbach’s Alpha sehingga model penelitian tersebut telah memenuhi kriteria
Reliabilitas dan merupakan alat ukur yang dapat dipercaya dan handal.
11. Uji Koefisien Determinasi / R Square (R²)
Evaluasi inner model dilakukan dengan melihat Koefisien
Determinasi.
Koefisien
Determinasi bertujuan untuk mengukur severapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variansi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Jika nilai koefisien determinasi kecil atau bernilai dibawah atau sama dengan 0.500 (R² ≤ 0.500), berarti kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Sedangkan jika nilai koefisien determinasi besar dari 0.500 (R² > 0.500) berarti kemampuan variabel – variabel independen memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen [10].Berikut

6

adalah R-square pada konstruk berdasarkan output dari smartPLS 2.0.
Variabel

2.0 yang menjadi pengambilan dasar keputusan.

dasar

smartPLS

R Square (R²)
Usability

Variabel

Original
Sample

Standard
Error
(STERR)

T Statistic
(|O/STERR
|)

Efficiency ->
Usability

0.318035

0.093518

3.400805

Effectiveness
-> Usability

0.151933

0.082939

1.831875

Satisfaction
-> Usability

0.237174

0.112095

2.11583

0.408176

Berdasarkan Tabel R Square (R²) dapat disimpulkan bahwa EFFiciency, Effectiveness, dan
Satisfaction mampu menjelaskan varians Usability sebesar 0.408 atau 40.8% melalui hubungan linier.
Sedangkan 0.592 atau 59.2% sisanya, dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
12. Uji Hipotesis
SmartPLS 2.0 menggunakan nonparametric test untuk menentukan tingkat signifikan dari path coefficient, dimana nilai t (t-statistik) yang dihasilkan dengan menjalankan algoritma bootsraping pada smartPLS 2.0 digunakan untuk menentukan diterima atau tidaknya hipotesis yang diajukan. Cara pengujian hipotesis menggunakan smartPLS 2.0 adalah dengan melihat nilai Original
Sample Estimate, Standard Error, dan i. Nilai pada
Original Sample Estimate menunjukkan jenis hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Jika nilai Original Sample Estimate bernilai positif, maka hubungan antara kedua variabel adalah positif yang berarti jika terjadi kenaikan nilai pada variabel independen, maka akan diikuti dengan kenaikan nilai pada variabel dependen. Begitupun sebaliknya[10].
Selanjutnya dengan melihat nilai T-Statistic.
Menurut Ghozali, nilai T-Statistic adalah nilai pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara parsial (terpisah) terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan T-Statistic smartPLS dengan t-tabel.

13. Hasil Uji Hipotesis
Dari model structural yang telah dibentuk, diperolah koefisien hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien tersebut adalah koefisien hubungan antar variabel laten dan nilai kontribusi dari variabel-variabel manifest pembentuk variabel laten tersebut.
Hubungan yang terjadi pada mode structural ini merupakan dasar evaluasi terhadap hipotesis penelitian. Tingkat signifikansi setiap hubungan antar variabel laten dilihat dari T-Statistic value yang harus lebih besar dari t-tabel (1,985) untuk pengaruh signifikan dan kurang dari tabel untuk pengaruh yang tidak signifikan (α = 0.05).
Pengaruh signifikan merupakan pengaruh yang meyakinkan atau berarti, dalam penelitian mengandung arti bahwa hipotesis yang telah terbukti pada sampel dapat diberlakukan pada populasi[10].
Berikut merupakan penelitian ini :
1.

Tingkat signifikansi (α) menunjukkan probabilitas atau peluang kesalahan yang ditetapkan peneliti dalam mengambil keputusan untuk menolak atau mendukung hipotesis nol. Pada penelitian kali ini, peneliti mengambil tingkat signifikansi sebesar
0.05 atau 5%. Dengan derajat kebebasan (df) sebesar
95 ( n – k = 95, n = 100, k = 5 ) dan tingkat signifikansi 0.05, maka di dapat nilai t tabel sebesar
1,9852. Oleh karena itu, jika T-Statistik bernilai di atas atau sama dengan 1.985 ( T-Statistik ≥ 1.985 ), maka pengaruh yang diberikan oleh variabel independen terhadap variabel dependen adalah signifikan. Sedangkan jika T-Statistik bernilai di bawah 1.985 (T-Statistik < 1.985) maka pengaruh yang diberikan tidak signifikan.
Berikut merupakan tabel Path Coefficients
(Mean, STDEV, T-Values) hasil dari bootstrapping

pengujian

hipotesis

pada

“Efficiency (Efisiensi) pada aplikasi I-Caring fakultas teknik
Telkom
University berpengaruh positif langsung dan signifikan terhadap usability.”
Tabel di atas menunjukkan bahwa hubungan antara Efficiency (Efisiensi) dengan Usability adalah signifikan dengan T-statistik sebesar
3.40081 (Tstatistic > 1,98525). Nilai original sample estimate adalah positif yaitu sebesar
0.31804 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Efficinecy dengan Usability adalah positif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa
“Efficiency (Efisiensi) pada aplikasi I-Caring fakultas teknik Telkom University berpengaruh positif langsung dan signifikan terhadap
Usability” diterima.

2.

“Effectiveness (Efektifitas) pada aplikasi ICaring fakultas teknik Telkom University
7

Tingkat
Signifika
nsi
(1,96)
Signifika n Tidak
Signifika
n
Signifika
n

berpengaruh positif langsung dan tidak signifikan terhadap usability.”
Tabel di atas menunjukkan bahwa hubungan antara Effectiveness (Efektifitas) dengan
Usability adalah tidak signifikan dengan Tstatistik sebesar 1.83188 (Tstatistic > 1,98525).
Nilai original sample estimate adalah positif yaitu sebesar 0.15193 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Effectiveness dengan
Usability adalah positif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa “Effectiveness (Efektifitas) pada aplikasi
I-Caring fakultas teknik Telkom University berpengaruh positif langsung dan signifikan terhadap Usability” ditolak.
3.

“Satisfaction (Kepuasan) pada aplikasi ICaring fakultas teknik Telkom University berpengaruh positif langsung dan signifikan terhadap usability.”

Tabel di atas menunjukkan bahwa hubungan antara
Satisfaction (Kepuasan) dengan Usability adalah signifikan dengan T-statistik sebesar 2.11583
(Tstatistik > 1,98525). Nilai original sample estimate adalah positif yaitu sebesar 0.23717 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara
Satisfaction dengan Usability adalah positif.
Dengan demikian dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa “Satisfaction (Kepuasan) pada aplikasi I-Caring fakultas teknik Telkom University berpengaruh positif langsung dan signifikan terhadap Usability” diterima.
Dari hasil pengujian diatas, diketahui bahwa hipotesis yang kedua ditolak karena memiliki TStatistik dibawah 1.985. Hal ini menunjukkan bahwa aspek Effectiveness tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Usability pada aplikasi i-Caring fakultas teknik Telkom University.
14. Rekomendasi
I-Caring merupakan aplikasi E-Learning berbasis LMS (Learniang Management System) yang terintegrasi pada i-Gracias. I-Caring menyediakan modul pembelajaran seperti materi dan tugas perkuliahan, komunikasi melalui message dan forum, serta fasilitas penyelenggaraan kuis online.
Hal ini jelas menjadikan i-Caring sebagai satusatunya media pembelajaran yang sangat bermanfaat di lingkungan kampus fakultas teknik Telkom
University. Namun fungsionalitas ini kurang didukung user interface yang interaktif sehingga diperlukan rekomendasi perbaikan untuk pengembangan aplikasi I-Caring kedepannya.
Metode Saluta (Scenario based Architecture Level
UsabiliTy Analysis) digunakan sebagai acuan untuk rekomendasi sistem i-Caring[7].
Kesimpulan yang didapat dari skenario tersebut terkait dengan rekomendasi untuk perbaikan sistem i-Caring terhadap pengaruh usability adalah sebagai berikut :

1. Cek Matakuliah
Permasalahan
dan implementasinya adalah peletakan menu pada halaman utama berada pada bagian sebelah kiri dan tidak terorganisis dengan baik sehingga mahasiswa kesulitan untuk melakukan fungsi ini. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan tampilan menu yaitu flyout menu dimana menu ini berada pada bagian atas dan merupakan gabungan dari navigasi horizontal sehingga ketika pengguna ingin melakukan cek matakuliah, pengguna tidak merasakan kesulitan.
2. Upload Tugas
Permasalahan dan implementasinya adalah tidak tersedianya tombol cancel ketika pengguna akan melakukan pembatalan upload suatu file/tugas.
Sehingga rekomendasinya adalah menyediakan tombol cancel pada fungsi upload tugas.
3. Download tugas dan matakuliah
Pada saat pengguna ingin melakukan fungsi ini, permasalahan dan implementasinya adalah website tidak menampilkan rincian dari matakuliah yang dipilih oleh pengguna. Oleh karena itu perlu adanya overview by detail, yaitu website memberikan tampilan rincian dari matakuliah atau tugas yang dipilih pada halaman baru sehingga pengguna mengetahui secara rinci mengenai matakuliah tersebut 4. Search Forum/ Course
Implementasi skenario pada fungsi ini adalah tersedianya kolom search dan juga advanced search ketika akan melakukan pencarian suatu forum atau matakuliah. Tetapi pada saat melakukan kesalahan kata kunci, hasil dari pencarian tidak membenarkan kesalahan terjadi. Oleh karena itu, rekomendasinya adalah sistem sebaiknya menyediakan input error message, dimana pesan dapat memberitahu pengguna jika adanya kesalahan dan memberitahu bagaimana cara mengatasi kesalahan tersebut[23]
5. Message
Pada fungsi ini implementasinya, pattern breadcrumbs telah tersedia ketika pengguna membuka halaman sub bagian. Pada halaman message, ketika pengguna ingin kembali kehalaman sebelumnya, pengguna bisa mengklik navigasi halaman tersebut.
6. Cek Nilai
Permasalahan
dan implementasinya adalah penggunaan warna pada i-Caring kurang menarik perhatian pengguna dan penggunaan ukuran tulisan juga sulit untuk dibaca karena berukuran kecil. Pada fungsi cek nilai perlu adanya perbaikan mengenai warna dan ukuran font agar lebih menarik perhatian.
7. Kuis Online
Permasalahan
dan implementasinya adalah pengguna tidak diberi pemberitahuan ketika terjadi nya delay waktu dari sistem apabila ingin membuka sebuah halaman dan ketika pengguna mengklik tombol selesai pada saat telah selesai proses kuis online. Oleh karena perlu adanya feedback atau processing page ketika proses delay sedang terjadi.

8

8. Lihat Kalender
Permasalahn dan implementasinya adalah sangat sedikit informasi yang ada pada kalender tersebut termasuk kalender akademik. Rekomendasinya adalah melakukan update kalender dengan menginputkan event kalender akademik agar pengguna dapat mengetahui event yang ada pada kampus Telkom University.
9. Forum
Permasalahan dan implementasinya adalah tidak tersedianya menu Help Page ketika pengguna kesulitan untuk menggunakan sistem. Oleh karena itu, perlu adanya menu Help untuk memperoleh informasi penggunaan sistem pada website tersebut.

[9]
[10]

[11]

[12]

[13]
15. Kesimpulan
Berdasarkan analisis terhadap pengujian yang dilakukan pada tugas akhir ini dapat disimpulkan bahwa :
1.

2.

3.

4.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Efficiency
(Efisiensi) pada aplikasi I-Caring mempunyai pengaruh signifikan terhadap Usability
(Kegunaan).
Penelitian ini menunjukkan bahwa Effectiveness
(Efektifitas) pada aplikasi I-Caring mempunyai pengaruh tidak signifikan terhadap Usability
(Kegunaan).
Penelitian ini menunjukkan bahwa Satisfaction
(Kepuasan) pada aplikasi I-Caring mempunyai pengaruh signifikan terhadap Usability
(Kegunaan).
Penelitian ini menggunakan metode Saluta[7] untuk menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan sistem i-Caring terhadap pengaruh usability yang telah tercantum pada Bab IV bagian 4.6 Rekomendasi

[14]
[15]

[16]

[17]
[18]

[19]

[20]
Daftar Pustaka:
[1]

[2]

[3]
[4]
[5]
[6]

[7]

[8]

Aedi, Nur. 2010. Pengolahan dan Analisis Data
Hasil Penelitian. Universitas Pendidikan
Indonesia
Alain A, Adel K, Witold S, Ahmed S.
Consolidating the ISO Usability Models.
Canada
Anonymous. 1998. International Standard-ISO
9241-11. Switzerland Internet central@iso.ch
Azwar, S . 2012. Reliaibilitas dan Validitas,
Edisi 4. Pustaka pelajar: Yogyakarta
Bevan, Nigel. 2006. International Standards for
HCI and Usability. London UK
Churcjill, Gilbert A. 2005. Dasar-Dasar Riset
Pemasaran. Edisi 4. Jilid I. Alih Bahasa Oleh
Andrianti, Dkk. Penerbit Erlangga. Jakarta
Folmer, Eelke., Bosch, Jan. Analyzing Software
Architecture for Usability. University of
Groningen. The Netherland
Folmer, Eelke., Bosch, Jan. Usability Pattern in
Software Architecture. University of Groningen.
The Netherland

[21]

[22]

[23]
[24]

[25]

[26]

Ghozali, Imam. 2002. Aplikasi Analisis
Multivariat dengan Program SPSS
Ghozali, Imam. 2011. Structural Equation
Modeling Metode Alternatif dengan Partial
Least Square (PLS). Badan Penerbit Undip.
Semarang
Ghozali, Imam., Latan, Hengky. 2012. Partial
Least Square Konsep, Teknik dan Aplikasi
Menggunakan Program SmartPLS 2.0 M3.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Semarang
Hansmann, Karl-Wenner., Ringle, Christian M.
2004. SmartPLS Manual. University of
Hamburg. German
Hanum, H. 2011. Perbandingan Metode
Stepwise, Best Subset Regression, dan Fraksi dalam Pemilihan Model Regresi Berganda
Terbaik. Universitas Sriwijaya
Hendri, Jhon. 2009. Merancang Kuesioner.
Universitas Gunadarma
Jaya, Gede Nyoman M., Sumertajaya, Made.
2008. Pemodelan Persamaan Struktural dengan
Partial Least Square. Semnas Matematika dan
Pendidikan Matematika
Likert, R. 1932. A Technique for the
Measurement of Attitudes. Archives of
Psychology
Matera, et all. Web Usability: Principles and
Evaluation Methods. Milan. Italy
Monecke, Armin., Leish, Friedrich. 2012. semPLS: Structural Equation Meodeling Using
Partial Least Squares. Journal of Statistical
Software
Oztekin, Asil., Nikov, Alexander., Zaim, Selim.
2009. UWIS: An Assesment Methodology for
Usability of Web-base Information Systems. The
Journal of Systems and Software
Primananda
Putra,
P.
2014.
Analisis
Pengukuran Usability menggunakan User
Satisfaction Model pada Aplikasi Jejaring
Sosial i-Face ITTelkom. Universitas Telkom
Robbins Pearson, J. 2009. Types of Study
Variables. Organizational Behavior. In B.
Stretch
Santoso, Singgih. 2010. Statistik Multivariat
“Konsep dan Aplikasi dengan SPSS”. Elex
Media Komputindo: Jakarta
Welie,
M.
GUI
Design patterns, http://www.welie.com/
Widhiarso, Wahyu. 2011. Reliabilitas dan
Validitas dalam Pemodelan Persamaan
Structural SEM. Universitas Gajah Mada
Wijaya, Testiyan. 2011. Perancangan Alat Ukur
Indeks Usability Pada Mesin Pencari (Search
Engine). Universitas Sebelas Maret
Yamin, Sofyan., Kurniawan, Heri. 2009.
Structural Equation Modeling-Belajar Lebih
Mudah Teknik Analisis Data Kuesioner dengan
Lisrel-PLS. Salemba Infotek. Jakarta

9…...

Similar Documents

Premium Essay

Information System

...Information Systems Proposal BIS/220 Computer Information Systems Table of Contents Introduction 3 Understanding the market challenges 3 Internal operations and External operations 3 Information Technology Comparison chart 4 Technology and Information systems benefits and drawbacks 4 Bullets of successful strategy 5 References 6 Thriving as a small business in a competitive market calls for many ingenious strategies to remain afloat. As companies enter into the market they can become easily consumed, overwhelmed and sometimes unnoticeable. Opening business doors as a nostalgic record store immediately identifies a consumer demand, in efforts of remaining competitive and ultimately in business. As many internal operations are facets to efficient workplace process equating to fiscal conservatism, there are also many external factors that are paralleled. This proposal shall outline the effectiveness and detriments of many technologies and information systems that remain current in the market for small businesses today. After reviewing the consumer market drive for record store inventory, results have demonstrated the most effective method to liquidate the product inventory would be marketing. By streamlining an effective marketing campaign and a competitive edge strategy the company would have the ability to target specific audience within the context of the company’s......

Words: 1206 - Pages: 5

Free Essay

Information Systems

...Reaction Paper Submitted by: Santos, AB Information Systems and Developing Countries: Failure, Success, and Local Improvisations Richard Heeks Institute for Development Policy and Management, University of Manchester, Manchester, United Kingdom Information system is the lifeblood of communications. It is a network defining linkages among various individuals, groups, and entities. Information system operates in ever-changing medium – land, air, water, light, electromagnetic waves, and cyberspace. It has only one objective: establishment of relationship. There is no relationship if there is no communication. With communication becoming more and more complex every day, information system is following suit. Information system, however, like standard of living, is unique in any peculiar way for a particular place where it functions. And it is this observation and situation that the author of this article, Mr. Richard Heeks, is earnestly trying to impart. Not being biased for industrialized countries, Mr. Heeks discusses information systems as applied in the developing countries although he does not dwell on some phenomenon common to both industrialized and developing countries alike. The bulk of the discussion is about what he meant in his title, i.e., failure, success, and local improvisation of information system. Seemingly hidden are at least two things perhaps because it is considered fait accompli - resistance to change and staff rivalry. Posed...

Words: 841 - Pages: 4

Premium Essay

Information Systems

...Like other networks, the Intranet is mainly used to share data, information, resources, company programs, software applications. Intranet improves the data sharing capability and overall knowledge base of the company’s employees (Difference between Intranet and Extranet). Extranet, is an internal network that can be accessed externally. The extranet is the extension of the company’s intranet where People from outside the company can have a limited access to the company’s internal network for business related purposes. This access is usually granted to the organization’s partners, vendors and potential customers etc (Difference between Intranet and Extranet). Security-wise, Intranets are a lot more secure due to the limited interface with the Internet. Extranets are made less secure not only by the use of the Internet as a medium but also by the fact that the administrators of the Intranet have no control over the networks that connect to the Extranet. When sensitive information is being transmitted on the Intranet, all parties need to take all security precautions to prevent spying and other similar activities (Difference between Intranet and Extranet). The main difference between an intranet and an extranet is that the intranet is the network that is limited for use on the organizations computers, whereas the extranet is an extension of the company’s intranet. The extranet make available some of the information of the intranet to people not directly connected to the......

Words: 3485 - Pages: 14

Premium Essay

Information System

...Information systems From Wikipedia, the free encyclopedia Information system (IS) is the study of complementary networks of hardware and software (see information technology) that people and organizations use to collect, filter, process, create and distribute data.[1][2][3] Information Systems encompasses a variety of disciplines such as: the analysis and design of systems, computer networking, information security, database management, and decision support systems. Information Management deals with the practical and theoretical problems of collecting and analyzing information in a business function area including business productivity tools, applications programming and implementation, electronic commerce, digital media production, data mining, and decision support. Communications and Networking deals with the telecommunication technologies. Information Systems bridges business and computer science using the theoretical foundations of information and computation to study various business models and related algorithmic processes within a computer science discipline.[4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14] Computer information system(s) (CIS) is a field studying computers and algorithmic processes, including their principles, their software and hardware designs, their applications, and their impact on society[15][16][17] while IS emphasizes functionality over design.[18] Any specific information system aims to support operations, management and decision making.[19] In a......

Words: 5388 - Pages: 22

Free Essay

Information System

...Information System Keisha Adaeze HCS 483 30 September 2013 David Reed System acquisition refers to the process that occurs from the time the decision is made to select a new system (or replace an existing system) until the time a contract has been negotiated and signed (Wager, Lee & Glaser. 2009). Acquiring a new system in a health care facility makes it more attractive to patients because it shows innovation. More than that the health care community needs to be prepared for the increased number of patients it will receive. Innovation helps create avenues where more patients can be served efficiently and effectively. Part of that innovation is a new information system for this organization. There are three things that are important to know and understand when acquiring this system. First there is a process involved when selecting and acquiring an information system. Every step in this process is important so as to avoid overlooking aspects of this project, however, the very first step “establish project steering committee and appoint project manager” is crucial. The steering committee is comprised of professionals from various areas within the facility and is typically spearheaded by a clinician with informatics training or in larger facilities with a CIO the CIO will take the lead. This committee’s primary function is to plan, organize, coordinate, and manage all aspects of the acquisition process (Wager, Lee & Glaser. 2009). A project manager is just as......

Words: 944 - Pages: 4

Free Essay

Information System

...is expanding. The company should ensure an effective and efficient accounting information system is installed enabling continued growth. An accounting information system (AIS) involves six main components. The components are people, procedures and instructions, data, software, information technology infrastructure, and internal controls (Kte’pi, 2009). The role of information systems in business is to support business processes, decision making, and competitive advantage (O’Brien & Marakas, 2008). Kudler has an AIS in place that has been examined to help determine if the system provides these roles and helps meet the company’s needs. Recognizing the key business and accounting operation needs are important when developing and upgrading an AIS. An examination of Kudler’s AIS revealed that even though software programs are currently in use, an all-encompassing, seamless, secure accounting information system will provide better inventory tracking and streamlined purchasing methods, help with the integration of e-commerce, and help provide a higher level of customer service. Key business and accounting operation needs There are key business and accounting operation needs specific to the business of Kudler Fine Foods. The tracking of inventory and efficient purchasing methods are important for accounting operations, as well as customer service. An effective, accurate inventory tracking system allows management to determine popular items that sell quickly, when items......

Words: 1239 - Pages: 5

Premium Essay

Information System

...Information Systems Saint Joseph's College of Maine Information Systems With today’s current transition into a digital world of information, it is not a surprise that healthcare industries join in this evolution. From handwritten charts to endless paperwork, the trend for healthcare industries to adopt electronic health records (EHR) has taken hold, and is completely reinventing what we know of health care today. Mercy Medical Center (MMC), a large and very well respected inner-city hospital, has been transitioning from paper charts to electronic health records over the last 5 years. MMC has also adopted additional informatics applications that, when combined with other applications, provide the hospital with a vast network of information that is readily available to healthcare professionals. While the transition to EHR was not an easy task, the advantages of this evolution are immense. “Information technology influences the manner in which nurses practice, how they are educated, and the methods of providing and documenting patient care” (Rivers, Blake, & Lindgren, 2008, para. 2). With the use of informational systems and EHRs in the healthcare setting, the nursing profession has made huge advancements in the quality of patient care. There are two main Hospital Information Systems (HISs) that are used within MMC, they are known as Meditech and GE Healthcare Centricity. The same vendor does not provide the two HISs, however, both are used concurrently in......

Words: 1412 - Pages: 6

Premium Essay

Information System

...transmission of voice |   | B. | network control |   | C. | tracking of out-of-service devices (Your Answer) |   | D. | transmission of data |   | E. | All of the above are primary functions of telecommunication (Correct Answer) | Incorrect | | |   Q.2) | Which of the following most accurately describes the INTERFACE function of telecommunications? |   | |   | A. | checking for errors and putting the communicaiton into a standardized format |   | B. | handing interactions between users and the network (Correct Answer) |   | C. | keeping track of the status of the network (Your Answer) |   | D. | choosing the most efficient path for a message to be sent over the Internet |   | E. | changing coding system or speed when moving data between devices on the network | Incorrect | | |   Q.3) | Which of the following is NOT a characterisitic of fiber-optic transmission? |   | |   | A. | faster transmission than twisted pair of wires |   | B. | more secure than other media because it does not emit radiation |   | C. | requires much less space because the fiber-optic cable is very small in diameter (Your Answer) |   | D. | easy to work with the tiny fiber and require much cheaper equipment (Correct Answer) |   | E. | not affected by power-line surges or electromagnetic interference | Correct | | |   Q.4) | What is a key characteristic of a dedicated line versus a switched line? |   |......

Words: 21426 - Pages: 86

Free Essay

Information System

...INREODUCTION ATM, stand for Automated Transaction Machine. Other names for this system are called automated banking machine cash-point (in Britain), money machine, bank machine, cash machine, and hole-in-the-wall. From the name we can observe that different countries have their own culture. There are two primary types of ATM. The most basic is allowing customer to withdraw money, and check the bank account balance. To access these features, you usually need to be a member of the bank that operates the machine. The history of ATM was started with at the year 1960, with the growth of the PC and a telecommunications industry, the 1st Atm was installed at a branch of Barclays Bank in London. Automated transaction machine is a terminal that bank customers access their bank accounts in order to make cash, use to perform withdrawals, check their account balances and other transactions with their bank account. Besides, ATM is a computerized telecommunication device that provide bank customer convenient. Customer can access the financial transaction at anytime anywhere without the need for a cashier, clerk or bank teller. The lower requirement that people can enjoy this system is that they have to join the bank and open the account in the bank. Plastic ATM card is given, the card contain a unique card number and some security information. People can access and carry out personal banking transaction within 24 hours. ATM are available at everywhere, not just only near or inside the......

Words: 1622 - Pages: 7

Premium Essay

Information System

...Chapter 2 Information Systems in the Organization Teaching Objectives Students should be able to answer the following questions: 1. What are the major types of information systems in a business? What roles do they play? 2. Why should managers pay attention to business processes? Why do firms need to integrate their business processes? 3. What are the benefits and challenges of using enterprise systems? 4. What are the benefits of using information systems to support supply chain management and collaborative commerce? 5. What are the benefits of using information systems for customer relationship management and knowledge management? Key Terms The following alphabetical list identifies the key terms discussed in this chapter. The page number for each key term is provided. |Bullwhip effect, 53 |Management-level systems, 39 | |Collaborative commerce, 54 |Manufacturing and production information systems, 48 | |Collaborative planning, forecasting, and replenishment (CPFR), 55 |Office systems, 42 | |Decision-support systems (DSS), 44 |Operational-level systems, 38 | |Desktop publishing, 43 ...

Words: 5365 - Pages: 22

Premium Essay

Data Information and Information System

...to create information Information: Processed data Data process by machines giving information Information is used to run an organization efficiently Information used by managers to initiate actions TYPES OF INFORMATION Operational Information - used to day to day operations Example information needed by a shopkeeper: Daily sales account List of low stock items to be re-ordered List of overstock items Long overdue payments Profit loss account Tactical information - used to improve profitability Example information needed by a shopkeeper: Slow or fast moving items Reliable supplier of items Sales trends Strategic Information - information to expand business and explore new opportunities Example information needed by a shopkeeper: Whether to stock different varieties of items Whether to diversify Whether to start a new branch in a different locality Whether to start an e-shop Statutory Information - used to provide information to the government Example information needed by a shopkeeper: Income tax account Sales tax account MANAGEMENT HIERARCHY AND INFORMATION NEEDS QUALITIES OF INFORMATION Accurate Complete Timely Trustworthy Relevant Brief Up-to-date SignificanceEnsure correct input and processing rules Include all data Give at the right time Do not hide unpleasant information Understand user needs Summarize relevant information Include all data up to present time Use attractive formats and graphical charts Information System -......

Words: 2370 - Pages: 10

Free Essay

Information Systems

...Information System & Security in the Work Environment Secereal Bernard BIS/221 August 24, 2015 Steven Goldstein MEMORANDUM TO: All Employees FROM: Corporate Office DATE: August 24, 2015 SUBJECT: Information Systems & Security CC: Board of Directors Information Systems and information security are two of the most important issues that are in the work environment. To be able to understand the importance of a feature, first you must understand what it is. As you read along, you will have a better understanding of the importance of information systems and security in a work environment. Information Systems Information systems can be defined as a collection of data, people, processes, communications, and technology that work together to support and help improve the everyday functions of running a business. Information systems has advanced in its development over the past years. Whereas in the early 80s Information Systems way of collecting data and communication was so unprivileged. Most companies use far advance systems that hold, send and distribute information. Advanced systems have changed most company’s position in their respective market place. Communication Information system has changed the way companies are able to conduct their business in various ways over time. Companies are able to reach out to their management team as well as clients. Part of management is being able to gather and distribute information efficiently to......

Words: 898 - Pages: 4

Premium Essay

Information System

...INFORMATION SYSTEMS Author: RUEL GRAFIA Thesis Statement: Information system has been used pervasively on advanced economies by people and organization that rely most of this activities on mobile and digital technology. I. Introduction A. Definition of Information Systems B. Business Information Systems II. Body A. Components of Computer-based Information Systems B. Individuals’ and Organizations’ activities in the Information System III. Conclusion Organizations and individuals rely on information systems, generally internetbased for conducting much of their personal lives for socializing, study, shopping, electronics banking, and entertainment. By bringing together all of the components of information systems hardware, software, infrastructure, and people a business will have a better chance of adapting with new technology and keeping up with consumer trends to remain profitable and competitive. Thesis Statement: Information system has been used pervasively on advanced economies by people and organization that rely most of this activities on mobile and digital technology. Introduction Information systems play an important role in supporting the organization to conduct its business processes. An information system collects, stores, and disseminates information from an organization’s environment and internal operations to support organizational functions and decision making, communication, coordination, control, analysis, and visualization (Laudon & Laudon, 2012, p.......

Words: 679 - Pages: 3

Free Essay

Information Systems

...Components and Infrastructures of Infornation Systems Ronald Minnieweather Walden University Components and Infrastructures of Information Systems Information systems are a collection of hardware and software that control the flow of data. Information systems are useful because they enable organizations to collect and process data faster, create reports in real time, and help improve decision making. Major components of information systems There are five major components that needs to be in place in order for information systems to operate properly. The first component is hardware which is basically the physical aspects of computer parts such as monitors, motherboards, keyboards, mouse, and speakers. Software is the second component, which is the instructions for computers (5 key components of an information system?, 2014). Another major component is data, which is a collection of facts and values. The fourth component is procedures which are strictly the guidelines that must be followed. The last major components of information systems are the people needed to monitor the systems (5 key components of an information system?, 2014). Relation between business architecture, IT architecture, and information system Business architecture is “graphical representation of a business model, showing the networks, through which authority, information, and work flows is a firm” (Business Architecture, 2014). IT architecture is the process of developing......

Words: 682 - Pages: 3

Premium Essay

Information Systems

...Axia/HCS 483 | Information System Briefing | November,2011 | Information System Briefing Selecting and acquiring information systems is important to this organization. Information systems are designed based on the organization’s needs, thus simplifying patient needs, departmental, and other information. Information systems should also accommodate other departments as well such as radiology, pharmacy, and other various branches of the hospital. An information system is, of course, an expensive technology but can greatly benefit the hospital. With information systems many systems have to be installed databases, storage, identification, and selection. Once it is up the organization still has to think about an offsite back up station with a firewall. It is to much for an organization or investors to take in, making it imperative that the organization receives the system designed to their needs. Selecting and Acquiring When selecting what is needed for the organization one has to look at many different variables. Does the organization have many branches, do they have different specialties, patients, billing, and other various staff. Communication between these is vital to making the information system work. The information also has to be user friendly and easy to obtain by staff. If any of the information is not easily obtainable it will make the organization run slow in all departments or fragment it. That means that patient information could be lost resulting in......

Words: 1181 - Pages: 5